cover
Contact Name
Radhiah
Contact Email
ijihs@globresco.com
Phone
+6285656227888
Journal Mail Official
journal.globresco@gmail.com
Editorial Address
Jl. Buaran Raya No.9A, RT.1/RW.15, Duren Sawit. Kec. Duren Sawit, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13440
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Indonesian Journal of Interdisciplinary Health Studies
ISSN : -     EISSN : 31106935     DOI : -
Health Promotion and Education: formal, informal, and community-based health education; school health; mental health promotion; nutrition; sexual and reproductive health education. Public Health and Policy: public health programs, health systems management, policy analysis, program evaluation, and health economics. Disease Prevention and Control: communicable and non-communicable diseases, epidemiology, surveillance, and biostatistics. Nutrition and Community Health: dietetics, maternal and child health, reproductive health, food security, and community nutrition interventions. Clinical and Biomedical Sciences: general medicine, internal medicine, surgery, obstetrics and gynecology, pediatrics, cardiovascular medicine, oncology, infectious diseases, and emerging clinical practices. Mental Health and Behavioral Sciences: psychiatry, clinical psychology, counseling, behavioral health, and psychosocial interventions. Rehabilitation and Sports Health: physical therapy, occupational therapy, rehabilitation sciences, exercise, sports medicine, and health-related physical activity. Health Technology and Innovation: telemedicine, e-health, digital health, artificial intelligence (AI) applications, and medical technology innovations. Social and Environmental Determinants of Health: health equity, cultural and ethical aspects, environmental health, occupational health, and global health perspectives.
Articles 10 Documents
Faktor Risiko Kejadian Preeklampsia pada Ibu Hamil di RSU Anutapura Palu Rahmawati Saputri; Sitti Radhiah; Abd. Rahman; Dilla Srikandi Syahadat
Indonesian Journal of Interdisciplinary Health Studies Vol. 1 No. 2 (2026): Februari
Publisher : PT. Global Research Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Preeklampsia dianggap sebagai penyebab utama kematian ibu dan janin di Indonesia, yang menjadi tantangan dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya target penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) menjadi kurang dari 70 per 100.000 kelahiran hidup sejak 2030. Kejadian preeklampsia didampaki dari berbagai faktor risiko, misalnya paritas, tingkat pendidikan, frekuensi pemeriksaan antenatal care serta riwayat hipertensi. Studi ini ingin mengamati faktor risiko kejadian preeklampsia pada ibu hamil di RSU Anutapura Palu. Studi ini berjenis survey analitik secara berpendekatan case control. Sampel studi ini sejumlah 120 partisipan yang mencakup 60 kontrol serta 60 kasus yang ditentukan dari cara total sampling bagi kelompok kasus serta matching berdasarkan umur untuk kelompok kontrol. Data diperoleh dari rekam medis serta dianalisa memakai uji odds ratio (OR) dengan keyakinan 95%. Studi ini menghasilkan bila keempat variabel yang dikaji berupa faktor risiko terjadinya preeklampsia, yaitu Pendidikan rendah (OR = 2,891; CI 95%: 1,356–6,161), Paritas satu atau lebih dari tiga orang (OR = 3,000; CI 95%: 1,424–6,319), Riwayat hipertensi (OR = 10,846; CI 95%: 4,646–25,319), dan Frekuensi pemeriksaan ANC kurang dari empat kali (OR = 2,307; CI 95%: 1,097–4,850). Kesimpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa paritas, tingkat pendidikan, frekuensi pemeriksaan ANC serta riwayat hipertensi berperan sebagai faktor risiko kejadian preeklampsia pada ibu hamil di RSU Anutapura Palu. Hasil ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam merumuskan strategi pencegahan preeklampsia melalui edukasi dan peningkatan mutu pelayanan antenatal, sehingga dapat menekan risiko komplikasi kehamilan serta bisa meminimalisir angka kematian ibu.
Hubungan Pola Asuh Dan Hygiene Sanitasi Lingkungan Dengan Kejadian Stunting Di Wilayah Kerja Puskesmas Kolonodale Kecamatan Petasia Kabupaten Morowali Utara Delfiyana Luamba; Radhiah; Nurhaya S; Riri Suwahyuni
Indonesian Journal of Interdisciplinary Health Studies Vol. 1 No. 1 (2025): Agustus
Publisher : PT. Global Research Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan tumbuh kembang kronis yang dikenal sebagai stunting tetap menjadi tantangan kesehatan publik yang penting di Indonesia, terutama di wilayah Kabupaten Morowali Utara, dimana terjadi peningkatan kasus dari periode 2022 – 2023 dengan proporsi mencapai 28,3% dari total populasi anak yang mengalami stunting. Pusat layanan kesehatan masyarakat Kolonodale mencatat data statistik tertinggi di kawasan tersebut dengan prevalensi 20% pada tahun 2023. Fenomena ini Studi ini dirancang untuk meneliti keterkaitan antara pola asuh (inisiasi menyusu dini, pemberian ASI eksklusif, Metode penelitian menerapkan rancangan kuantitatif dengan teknik cross-sectional. Jumlah sampel penelitian sebanyak 154 responden yang merupakan ibu dari anak batita, menggunakan metode pengambilan sampel accidental sampling. Proses pengumpulan data menggunakan kuesioner sebagai instrumen dan dianalisis melalui pengujian univariat dan bivariat dengan taraf kepercayaan 95% (α = 0,05). Hasil menunjukkan hubungan bermakna antara inisiasi menyusu dini (p-value=0,000), pemberian ASI eksklusif (p-value=0,000), makanan pendamping ASI (p-value=0,000), kebersihan sanitasi lingkungan (p-value=0,000), dengan kejadian stunting. Saran yang diberikan kepada orang tua meliputi memastikan pelaksanaan inisiasi menyusu dini segera setelah melahirkan, memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan, menyediakan makanan pendamping ASI dengan kandungan gizi seimbang sesuai tahap pertumbuhan anak, serta menjaga kebersihan dan sanitasi lingkungan untuk mencegah terjadinya stunting pada anak.
Analisis Hubungan Pengetahuan, Sikap, dan Literasi Kesehatan dengan Perilaku Pencegahan HIV/AIDS pada Remaja di SMA Negeri 5 Palu Farha Zulfiah; Sitti Radhiah; Vidyanto; Elvaria Mantao
Indonesian Journal of Interdisciplinary Health Studies Vol. 1 No. 2 (2026): Februari
Publisher : PT. Global Research Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

HIV menjadi penyebab kematian kedua terbesar di seluruh dunia. Di Sulawesi Tengah tercatat 3.150 orang terinfeksi dan 571 meninggal, serta 631 kasus baru pada tahun yang sama. Perilaku pencegahan HIV/AIDS di kalangan remaja sangat penting untuk mengurangi penyebaran virus. Penelitian menunjukkan bahwa remaja dengan pengetahuan, sikap, dan literasi kesehatan yang baik lebih cenderung melakukan pencegahan, seperti mengikuti tes HIV. Di Kota Palu, Puskesmas Talise mencatat jumlah kasus HIV tertinggi, yaitu 87 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan, sikap, dan literasi kesehatan dengan perilaku pencegahan HIV/AIDS di SMAN 5 Palu. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional, populasi penelitian adalah remaja siswi SMAN 5 palu berjumlah 622 orang, dengan teknik proportional stratified random sampling diperoleh sampel sebanyak 243 orang. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan signifikan pengetahuan (p value 0,000), sikap (p-value 0,000), dan literasi kesehatan (p-value 0,000), dengan perilaku pencegahan HIV/AIDS di SMA 5 Palu. kepada sekolah sebaiknya bekerja sama dengan petugas kesehatan dan organisasi terkait untuk memberikan penyuluhan yang efektif, sehingga remaja mendapatkan pengetahuan dan sikap yang tepat untuk mencegah HIV/AIDS.
Faktor Risiko Kesehatan Mental Penderita Hiv/Aids Di Wilayah Kerja Puskesmas Talise Kota Palu Aprilia Rachmawati; Sitti Radhiah; Abd. Rahman; Rahma Dwi Larasati
Indonesian Journal of Interdisciplinary Health Studies Vol. 1 No. 1 (2025): Agustus
Publisher : PT. Global Research Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

WHO beranggapan, depresi, kecemasan dan masalah perilaku merupakan penyebab utama masalah kesehatan mental pada pasien HIV/AIDS. Data Dinas Kesehatan Sulawesi Tengah pada tahun 2022 terdapat 3.150 kasus terkonfirmasi HIV/AIDS (66,99%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko kesehatan jiwa pasien HIV/AIDS di Puskesmas Talise Kota Palu. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan kasus kontrol dengan tingkat kepercayaan 95%. Sampel sebanyak 83 kasus dan 83 kontrol dengan perbandingan 1:1 sehingga berjumlah 166 orang. Pengambilan sampel menggunakan sampling aksidental. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji odds rasio. Hasil penelitian menunjukkan stigma dan diskriminasi (OR=8.281, CI=4.120-16.644) dan kurangnya dukungan sosial (OR=4.376, CI=2.273-8.423) merupakan faktor risiko kesehatan mental pasien HIV/AIDS di Talise. Sedangkan hubungan seks tanpa kondom (OR=1.771, CI=0.874-3.590) merupakan faktor protektif. Dapat disimpulkan bahwa stigma dan diskriminasi serta kurangnya dukungan sosial merupakan faktor risiko, sedangkan hubungan seks tanpa kondom bersifat protektif. Petugas layanan kesehatan diharapkan memberikan edukasi kepada masyarakat untuk mengurangi diskriminasi dan stigma serta memberikan dukungan penuh kepada pasien HIV/AIDS.
Hubungan Pengetahuan, Sikap dan Paparan Media terhadap Perilaku Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) pada Mahasiswi Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako Sukma Ramdhayani; Sitti Radhiah; Dilla Srikandi Syahadat; Elvaria Mantao
Indonesian Journal of Interdisciplinary Health Studies Vol. 1 No. 2 (2026): Februari
Publisher : PT. Global Research Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanker payudara merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi pada perempuan. Kementerian Kesehatan (2022) juga melaporkan bahwa berdasarkan GLOBOCAN 2020, jumlah kasus baru kanker payudara di Indonesia mencapai 68.858 kasus (16,6% dari total kasus baru kanker), dengan angka kematian lebih dari 22 ribu jiwa. Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) merupakan upaya deteksi dini yang sederhana, murah, dan dapat dilakukan secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, sikap, dan paparan media terhadap perilaku SADARI pada mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional yang melibatkan 515 populasi mahasiswa, dengan sampel sebanyak 224 mahasiswa dipilih melalui teknik proportional random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p = 0,000), sikap (p = 0,000), dan paparan media (p = 0,001) terhadap perilaku SADARI. Diperlukan peningkatan edukasi dan pemanfaatan media informasi yang tepat untuk mendorong perilaku deteksi dini kanker payudara, terutama pada perempuan usia muda dan perlunya penguatan edukasi terkait SADARI di lingkungan akademik serta pemanfaatan media informasi secara optimal guna meningkatkan praktik SADARI di kalangan mahasiswa.
Faktor yang berhubungan dengan penggunaan kontrasepsi IUD (Intra Uterine Device) pada akseptor KB di wilayah kerja Puskesmas Kawatuna Kota Palu Siska; Sitti Radhiah; Elvaria Manto; Muhammad Sabri Syahrir
Indonesian Journal of Interdisciplinary Health Studies Vol. 1 No. 1 (2025): Agustus
Publisher : PT. Global Research Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan kontrasepsi IUD ialah pilihan terbanyak di Puskesmas Kawatuna denganTarget RPJMN yang akan menjangkau 66%, Sulawesi tengah ada di urutan ke 16 melalui jangkauan KB aktif terbanyak 62.5%.Cakupan MKJP secara nasional berada pada target 28% dan Puskesmas Kawatuna termasuk layanan kesehatan IUD yang banyak di tahun 2023 (22%). Tujuan ini untuk menganalisis penyebab yang berkaitan dengan atensi akseptor KB berkenaan pemakaian kontrasepsi IUD pada wilayah kerja Puskesmas Kawatuna. Jenis kuantitatif dengan desain pendekatan cross sectional study. Populasi akseptor KB yang memakai kontrasepsi berasaskan data pada tahun 2023 di UPTD Puskesmas Kawatuna sejumlah 310 jiwa. Sampel sejumlah 174 jiwa didapat teknik simple random sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariate dengan uji statistik dan uji chi-square dengan perbandingan p-value <0,05 hasil uji Chi‑square menunjukkan bahwa pendidikan (p=0,000), pengetahuan (p=0,000), dukungan suami (ρ=0,000), dan peran petugas kesehatan (ρ=0,000) berkaitan dengan atensi ibu dalam pemakaian KB IUD. Bagi petugas kesehatan agar mendorong sosialisasi dan pemberian penyuluhan secara tepat dengan jelas, mengenai manfaat, jenis, dan keuntungan yang diperoleh dari penggunaan MKJP pada PUS, partisipasi suami dengan ikut mendampingi pasanganya baik saat konseling maupun pemasangan.
Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Postpartum Blues di RSUD Anutapura Magfira; Sitti Radhiah; Muhammad Jusman Rau; Elvaria Mantao
Indonesian Journal of Interdisciplinary Health Studies Vol. 1 No. 2 (2026): Februari
Publisher : PT. Global Research Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setelah melahirkan, banyak ibu mengalamai perasaan sedih dan keawalahan yang dikenal dengan istilah baby blues atau postpartum blues. Penyakit ini dapat berkembang menjadi depresi postpartum yang lebih parah jika tidak mendapatkan penanganan, yang akan berdampak pada kesehatan mental ibu dan kesejahteraan bayinya. Penelitian yang dilakukan di Kota Palu menemukan 60% ibu mengalami postpartum blues, masyarakat umumnya tidak mengetahui penyakit ini sehingga tidak terdiagnosa dan tidak tertangani dengan baik. Studi ini berusaha untuk memastikan bagaimana usia, paritas, pekerjaan ibu, dukungan suami dan tenaga kesehatan hubungan dengan postpartum blues di RSUD Anutapura. Jenis studi ini menggunakan kuantitatif dengan metode cross-sectional. Populasi yaitu ibu nifas di RSUD Anutapura, total sampel sebanyak 84 dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dianalisis dengan uji chi-square, diperoleh nilai p-values dukungan suami =0,001 dan dukungan tenaga kesehatan =0,012 berasosiasi dengan kejadian postpartum blues. Diharapkan para praktisi kesehatan dapat mengedukasi para ibu dengan lebih kreatif dan inovatif mengenai kondisi postpartum blues dan pentingnya dukungan suami dalam memenuhi kebutuhan psikologis para ibu.
Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Seksual Pranikah Remaja Di SMA Negeri 1 Sindue Tobata Kabupaten Donggala Regita Angel Lullaby Labania; Sitti Radhiah; Nurhaya S. Patui; Firmansyah
Indonesian Journal of Interdisciplinary Health Studies Vol. 1 No. 1 (2025): Agustus
Publisher : PT. Global Research Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Secara global sebesar 16 juta remaja perempuan berusia 15-19 tahun melahirkan tiap tahunnya. Sebagian besar merupakan akibat dari kehamilan yang tidak direncanakan. Tahun 2024 tercatat 350 remaja dilaporkan telah melakukan pernikahan dini di Kabupaten Donggala. Perilaku seksual pranikah Remaja menjadi isu yang mengkhawatirkan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan perilaku seksual pranikah remaja di SMA Negeri 1 Sindue Tobata Kabupaten Donggala. Jenis Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah remaja kelas X dan XI dari 355 remaja yang diambil dengan teknik sampel Proportionate stratified random sampling dan diperoleh sampel sebanyak 188 orang siswa. Analisis data dilakukan secara Univariat dan Bivariat dengan 95% CI (α = 0,05). Hasil penelitian memperlihatkan terdapat hubungan variabel pengetahuan (p = 0,000), sikap (p = 0,000), media sosial (p = 0,001) dan peran orang tua (p = 0,000), dengan perilaku seksual pranikah remaja. Diharapkan pihak sekolah mampu mengaktifkan kembali program kegiatan PIK-R sebagai sarana edukasi kesehatan reproduksi bagi siswa dan orang tua diharapkan dapat meningkatkan peran dalam sumber pengetahuan bagi remaja sesuai dengan tingkatan usianya agar orang tua tidak perlu menghindari dan menganggap tabu pertanyaan remaja terkait perilaku seksual.
Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Orang Tua Tentang Pendidikan Seksual Anak Usia Dini di Paud Terpadu Aisyiyah Busthanul Athfal 1 Palu. Vanesa; Sitti Radhiah; Nurhaya S. Patui; Sadli Syam
Indonesian Journal of Interdisciplinary Health Studies Vol. 1 No. 1 (2025): Agustus
Publisher : PT. Global Research Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu upaya mencegah terjadinya kekerasan seksual anak adalah melalui pendidikan seksualitas, namun hal ini masih sering dianggap tabu. Di Dunia sebanyak 12% anak dibawa umur telah mengalami kekerasan . Tahun 2023 terdapat 37 kasus di Kota Palu. Tujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan perilaku orang tua mengenai pendidikan seks usia dini di Paud Terpadu Aisyiyah Busthanul Athfal 1 Palu. Jenis penelitian adalah kuantitatif secara cross sectional. Sampel sebanyak 90 responden dari 115 populasi, menggunakan teknik pengambilan sampel accidental sampling. Analisis data menggunakan chi-square 95%. Hasil uji didapatkan bahwa terdapat hubungan antara variabel sikap (p-value=0,000), pengetahuan 0,004 paparan media 0,000 dengan perilaku orang tua tentang pendidikan seksualitas, dan tidak ada hubungan antara tingkat pendidikan orang tua 1,000 dengan perilaku orang tua tentang pendidikan seks dini. Diharapkan pihak sekolah dapat menunjanghal tersebut seperti membuat kelas parenting bagi wali murid serta dapat membangun kerjasama dengan pihak terkait.
Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Toaya Wiwin; Nurhaya S Patui; Sitti Radhiah; Marselina
Indonesian Journal of Interdisciplinary Health Studies Vol. 1 No. 2 (2026): Februari
Publisher : PT. Global Research Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting adalah suatu gangguan kesehatan yang sering terjadi dan dialami oleh kelompok anak balita (bayi di bawah lima tahun) sebagaiman tubuhnya mengalami keterlambatan tumbuh yang dapat dillihat dari ukuran tinggi badan yang biasanya ukuran tinggi anak menderita stunting berada dibawah rata-rata dari anak sesusianya. Menurut data SSGI (Survei Status Gizi Indonesia) mencapai 27,2 % telah melampaui rata-rata nasional. Provinsi dengan prevalensi tertinggi kasus stunting di Indonesia di pinpin oleh papua tengah (39,2%). Di tahun 2023 Kabupaten Donggala, prevalensi stunting sebesar 20.5%, kasus tertingginya berada di Puskesmas syekh ahmad pue lasadindi toaya sebesar 32,5%. Tujuannya Untuk Mengetahui Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Stunting Di Wilayah Kerja Puskesmas Toaya. Metode digunakan ialah kuantitatif ditambah desain cross sectional. Populasi yakni 544 orang sampelnya 84 orang dipilih dengan tenknik spontanitas (accidental sampling). Data primer berasal dari kuisioner juga proses wawancara secara lansung, penggunaan metode univariat dan bivariate serta uji chi-square dalam mengaalisi data (α<0,05). Hasil uji statistik menyatakan ada hubungan korelasi variabel pemberian ASI Eksklusif (nilai p=0,000) dan pengetahuan ibu (nilai p=0,032) pada kejadian stunting. Sementara itu, variabel penyakit infeksi tidak mempunyai hubungan dengan kejadian stunting pada balita (nilai p=0,691). Kepada petugas kesehatan diharapkan dapat mengtasi masalah stunting pada balita, dan dapat memberikan edukasi yang lebih intens kepada masyarakat tentang pencegahan stunting pada anak, sehingga dapat membenatu mengurangi kasus stunting dan mengoptimalkan kesejahteraan masyarakat.

Page 1 of 1 | Total Record : 10