Budaya patriarki yang terjadi pada masyarakat merupakan bawaan pengaruh pada persepsi perempuan memiliki kedudukan yang berbeda dengan laki-laki. Tujuan dari gerakan feminisme adalah untuk menyuarakan keseimbangan atau kesetaraan antara interaksi gender dalam hubungan yang tidak setara dalam masyarakat. Dalam kehidupan bermasyarakat, terbentuk identitas gender yang berbeda di mana feminim akan selalu ditandai dengan identitas lemah lembut dan berperan penuh dalam ranah domestik rumah tangga, pasif. Sedangkan laki-laki memiliki identitas kuat dan penuh tanggung jawab. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan dengan metode kuantitatif. Semua variabel diukur secara numerik, dan data disajikan dalam bentuk angka. Penelitian menggunakan rancangan desain regresi kuantitatif. Hasil penelitian memperoleh hasil mengenai pengaruh identitas feminis terhadap penerimaan budaya patriarki pada perempuan pengguna media sosial di Sulawesi Selatan, digunakan uji hipotesis dengan teknik analisis regresi linear sederhana. Berdasarkan pengujian tersebut, diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,005 yang berarti lebih kecil dari 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel identitas feminis terhadap budaya patriarki.
Copyrights © 2025