Kemampuan berpikir tingkat tinggi, seperti kemampuan berpikir reflektif sangat diperlukan dalam proses pembelajaran IPA. Kenyataannya peserta didik memiliki kemampuan berpikir reflektif yang masih rendah. Permasalahan tersebut terjadi juga di salah satu SMP Negeri di Ponorogo pada peserta didik kelas VII. Penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbasis Culturally Responsive Teaching (CRT) menjadi solusi yang diambil untuk permasalahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbasis Culturally Responsive Teaching (CRT) untuk meningkatkan kemampuan berpikir reflektif peserta didik pada pembelajaran IPA kelas VII di salah satu SMP Negeri di Ponorogo. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan sampel penelitian sebanyak 34 peserta didik dari kelas VII. Pengambilan data pada penelitian ini berdasarkan hasil tes kognitif dan hasil observasi aktivitas peserta didik di kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dengan pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) dapat meningkatkan kemampuan berpikir reflektif peserta didik pada pembelajaran IPA materi ekologi dan keanekaragaman hayati Indonesia. Nilai hasil uji t two tailed menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0.000 < 0.05 berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara pembelajaran siklus I dengan pembelajaran siklus II dengan menggunakan model Problem Based Learning (PBL) berbasis Culturally Responsive Teaching (CRT).
Copyrights © 2024