Kepatuhan pasien terhadap terapi obat merupakan faktor penting dalam keberhasilan pengobatan, terutama pada penyakit kronis. Namun, tingkat kepatuhan masih rendah sehingga diperlukan intervensi efektif seperti konseling farmasi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas program konseling farmasi dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, dan kepatuhan pasien. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap pasien dengan terapi jangka panjang serta apoteker konselor. Analisis data dilakukan dengan pendekatan tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konseling mampu meningkatkan pemahaman pasien tentang obat, mendorong motivasi kepatuhan, dan memperkuat hubungan terapeutik. Faktor pendukung keberhasilan meliputi komunikasi efektif dan dukungan emosional, sementara hambatan utama adalah keterbatasan waktu, fasilitas, serta kesadaran pasien. Disimpulkan bahwa konseling farmasi efektif dalam mendukung kepatuhan pasien, sehingga perlu diintegrasikan secara berkelanjutan dalam layanan farmasi klinis.
Copyrights © 2025