Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan untuk mendukung upaya pemerintah dalam pencegahan stunting di Kota Bandung melalui pemberdayaan kader kesehatan dengan pendekatan ergonomi partisipatif. Stunting masih menjadi permasalahan serius di Indonesia, termasuk di Bandung, yang dipengaruhi oleh kurangnya pemahaman masyarakat tentang gizi serta keterbatasan akses layanan kesehatan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kader kesehatan dalam memberikan edukasi gizi, melakukan pemantauan tumbuh kembang anak, serta memperkuat peran kader sebagai agen perubahan di masyarakat. Metode yang digunakan mencakup identifikasi masalah melalui diskusi kelompok terarah, pelatihan kader kesehatan, penyuluhan interaktif, pendirian kebun gizi komunitas, monitoring pertumbuhan anak, serta evaluasi berbasis partisipasi masyarakat. Berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan terhadap 89 anak, ditemukan 27 anak mengalami gangguan pertumbuhan, 54 anak memiliki gangguan kesehatan, dan 26 anak dalam kondisi sehat. Rencana tindak lanjut disusun bersama tenaga medis dan kader, yang meliputi edukasi gizi, pendampingan keluarga prioritas, serta pelibatan masyarakat dalam kegiatan promotif dan preventif. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa partisipasi aktif kader kesehatan berkontribusi pada peningkatan pengetahuan masyarakat dan kesadaran akan pentingnya gizi seimbang. Dengan demikian, pemberdayaan kader melalui ergonomi partisipatif terbukti efektif dalam mendukung pencegahan s dan dapat menjadi model pengabdian berkelanjutan berbasis komunitas.
Copyrights © 2025