Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengendalian penyakit pada peternakan sapi potong berbasis biosekuriti. Pendekatan deskriptif-kualitatif dengan survei lapangan, observasi langsung, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data dari 30 peternakan sapi potong di wilayah pedesaan dan semi-urban di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan biosekuriti bervariasi; peternakan yang menerapkan biosekuriti eksternal dan internal secara komprehensif, termasuk karantina ternak baru, isolasi ternak sakit, vaksinasi rutin, sanitasi kandang, monitoring kesehatan, dan edukasi peternak, memiliki frekuensi penyakit lebih rendah, mortalitas lebih sedikit, serta produktivitas dan kualitas daging sapi lebih tinggi. Pengetahuan, kepatuhan peternak, fasilitas kandang, dan dukungan teknologi menjadi faktor penentu keberhasilan biosekuriti. Temuan ini menegaskan pentingnya penerapan biosekuriti yang konsisten dan adaptif sebagai strategi efektif dalam pengendalian penyakit pada sapi potong.
Copyrights © 2025