Konsumsi makanan cepat saji (fast food) pada remaja di perkotaan semakin meningkat seiring perubahan gaya hidup modern, yang berimplikasi pada status gizi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pola konsumsi fast food dengan status gizi remaja perkotaan. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, melibatkan remaja, orang tua, dan tenaga kesehatan sebagai informan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa frekuensi konsumsi fast food 2–4 kali per minggu berkorelasi dengan meningkatnya kasus overweight dan obesitas pada remaja. Faktor pendorong utama adalah kepraktisan, rasa, harga, pengaruh teman sebaya, serta promosi media sosial. Temuan ini mengindikasikan adanya double burden of malnutrition di perkotaan. Penelitian merekomendasikan edukasi gizi, peran aktif keluarga, serta kebijakan publik untuk menekan dampak negatif konsumsi fast food pada remaja.
Copyrights © 2025