Diare masih menjadi penyebab utama kesakitan dan kematian anak, terutama di negara berkembang. Salah satu upaya preventif yang efektif adalah cuci tangan pakai sabun (CTPS). Penelitian ini bertujuan menganalisis perilaku CTPS siswa sekolah dasar, faktor pendukung dan penghambat, serta peran guru dan orang tua. Metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dan etnografi digunakan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan bahwa praktik CTPS paling sering dilakukan sebelum makan (72%), namun hanya 38% yang menggunakan sabun. Hambatan utama adalah keterbatasan air bersih, sabun, dan rendahnya kesadaran intrinsik anak. Faktor pendukung meliputi fasilitas sekolah, peran guru dan orang tua, serta media edukatif. Analisis dengan Health Belief Model dan Theory of Planned Behavior menegaskan bahwa perilaku CTPS dipengaruhi oleh faktor internal, eksternal, norma sosial, serta persepsi kontrol. Penelitian ini menekankan pentingnya pendekatan multidimensi dalam pencegahan diare pada anak.
Copyrights © 2025