Pendahuluan: Herpes genitalis pada pasien geriatri imunokompromi kerap bermanifestasi atipikal, meningkatkan risiko misdiagnosis. Tujuan laporan kasus ini adalah untuk mengetahui dan memahami manifestasi klinis, alur diagnosis, serta menekankan pentingnya terapi antivirus sistemik yang adekuat dan edukasi komprehensif sebagai pilar utama dalam penatalaksanaan herpes genitalis terutama pada pasien geriatri dan keganasan. Kasus: Tn. P (60 tahun) dengan tumor paru kanan stadium lanjut (manifestasi sesak, massa paru, dan metastasis hepar), dikonsulkan akibat ulkus genital nyeri. Pemeriksaan fisik menunjukkan ulkus multipel berbatas tegas pada penis. Meski apus Tzanck negatif, diagnosis herpes genitalis ditegakkan berdasarkan gambaran klinis khas pada imunokompromi dan dikonfirmasi melalui respons penyembuhan signifikan pasca-terapi asiklovir, menyingkirkan diagnosis banding ulkus mole. Diskusi: Penuaan menyebabkan immunosenescence yang melemahkan respons seluler terhadap virus. Kondisi ini diperberat oleh supresi imun sistemik akibat keganasan paru, memicu reaktivasi HSV dengan presentasi klinis atipikal (seperti ulkus tanpa vesikel) dan menurunkan sensitivitas pemeriksaan penunjang standar. Simpulan: Terdapat hubungan erat antara penurunan imunitas pada usia tua dan keganasan paru dengan kejadian, atipikalitas gejala, dan tantangan diagnostik herpes genitalis.
Copyrights © 2026