Pembelajaran matematika memiliki tuntutan kognitif dan emosional yang tinggi sehingga berpotensi menimbulkan stres akademik dan kecemasan belajar pada peserta didik. Kurikulum yang selama ini berorientasi pada pencapaian kognitif dinilai belum sepenuhnya mengakomodasi aspek kesejahteraan mental peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis urgensi pengembangan kurikulum berbasis wellness sebagai strategi dalam menjawab tantangan kesehatan mental peserta didik dalam pembelajaran matematika. Metode penelitian yang digunakan adalah tinjauan literatur sistematis berbasis model Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta-Analysis (PRISMA). Penelusuran literatur dilakukan melalui basis data Google Scholar terhadap artikel yang diterbitkan pada rentang tahun 2020–2025 dengan fokus pada kesehatan mental peserta didik, pendekatan wellness dalam pendidikan, dan kurikulum berbasis wellness, dan peran sekolah dalam pencegahan masalah mental. Proses seleksi menghasilkan 8 artikel yang terdiri atas 6 artikel terindeks SINTA dan 2 artikel terindeks Scopus. Hasil sintesis literatur menunjukkan bahwa integrasi pendekatan wellness dalam kurikulum matematika secara konsisten dinyatakan berkontribusi terhadap peningkatan regulasi emosi, motivasi belajar, efikasi diri, dan keterlibatan peserta didik, serta berpotensi menurunkan tingkat kecemasan matematika tanpa mengurangi substansi akademik. Namun demikian, implementasi kurikulum berbasis wellness masih menghadapi kendala berupa keterbatasan literasi kesehatan mental guru dan belum tersedianya panduan kurikulum yang sistematis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengembangan kurikulum matematika berbasis wellness merupakan kebutuhan mendesak untuk mewujudkan pembelajaran yang efektif, humanis, dan berkelanjutan.
Copyrights © 2025