Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat relevansi kurikulum TeknikĀ Bisnis Sepeda Motor (TBSM) pada SMK terhadap Industri Dunia Usaha dan Dunia Kerja (IDUKA) di Kota Gorontalo, mengetahui kompetensi apa saja yang dibutuhkan IDUKA namun tidak terdapat dalam kurikulum merdeka. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui angket kepada pihak industri dan dokumen kurikulum. Subjek penelitia ini terdiri dari lima industri otomotif yaitu PT. Hasjrat Abadi Yamaha, Wahana Ritel Honda Gorontalo, Honda Anugerah Utama, Dealer Yamaha Agus Salim, dan Prima Motor yang menjadi mitra SMK Negeri 3 Kota Gorontalo dan SMK Tritayasa. Penelitian ini mengumpulkan data kompetensi yang dibutuhkan oleh pihak Industri yang mencakup 68 Tujuan Pembelajaran (TP) pada kompetensi keahlian TBSM. Berdasarkan hasil penelitian, seluruh kompetensi yang terdapat dalam kurikulum TBSM pada dasarnya dibutuhkan oleh IDUKA, namun terdapat satu kompetensi tambahan yang belum terdapat dalam kurikulum merdeka yaitu kompetensi servis bekala pada komponen otomotif. Data dianalisis menggunakan rumus persentase relevansi untuk mengetahui tingkat kesesuaian kompetensi kurikulum dengan kebutuhan industri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat relevansi kompetensi produktif pada kurikulum TBSM terhadap kebutuhan IDUKA memiliki nilai rata-rata sebesar *93%* dan berada pada kategori *sangat relevan*. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar kompetensi yang diajarkan pada kurikulum TBSM telah sesuai dengan kebutuhan dunia industri. Namun demikian masih terdapat beberapa kompetensi yang belum sepenuhnya memenuhi tuntutan industri sehingga perlu dilakukan penyempurnaan kurikulum agar lulusan lebih siap memasuki dunia kerja.
Copyrights © 2026