Salah satu ukuran penting untuk mengukur keberhasilan pembangunan ekonomi suatu daerah adalah ketimpangan pendapatan. Ketimpangan yang tinggi dapat menghambat pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan menciptakan kesenjangan sosial yang semakin lebar di masyarakat. Sejauh mana laju pertumbuhan penduduk dan pengeluaran makanan per kapita berkontribusi terhadap ketimpangan pendapatan di Provinsi Sumatera Utara pada tahun 2024 adalah tujuan utama dari penelitian ini. Metode deskriptif kuantitatif yang digunakan terdiri dari data sekunder lintas daerah (cross section) yang mencakup 33 kabupaten dan kota di Provinsi Sumatera Utara. Perangkat lunak EViews digunakan untuk melakukan analisis regresi linier berganda pada data yang telah dikumpulkan. Hasilnya menunjukkan bahwa laju pertumbuhan penduduk berkorelasi negatif dengan ketimpangan pendapatan, dan pengeluaran makanan per kapita juga berkorelasi negatif dengan nilai Gini Ratio. Kedua variabel tersebut terbukti berdampak secara statistik pada distribusi pendapatan regional ketika digunakan secara bersamaan dalam model penelitian. Menurut nilai Adjusted R-squared, model yang dibangun mampu menjelaskan sebagian besar variasi ketimpangan pendapatan yang terjadi di Sumatera Utara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa struktur distribusi pendapatan regional dibentuk sebagian besar oleh pola belanja konsumsi rumah tangga dan dinamika kependudukan yang terus berkembang setiap tahunnya. Oleh karena itu, kebijakan yang berfokus pada pengendalian pertumbuhan penduduk serta peningkatan daya beli masyarakat perlu diperhatikan secara serius oleh pemerintah daerah.
Copyrights © 2026