Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Pengalihan Subsidi BBM ke Subsidi Langsung untuk Masyarakat Miskin, Efisiensi Fiskal dan Pemerataan Kesejahteraan Avrilya, Sri Zalfa; Husna, Syarah Safira; Tarihoran, Rut Natalria; Azira, Nadin; Lumbansiantar, Steven R. J.
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3463

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tingkat upah, kesehatan yang diproksi melalui Angka Harapan Hidup (AHH), serta usia terhadap produktivitas tenaga kerja di Provinsi Sumatera Utara selama periode 2004–2024. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan berbagai sumber resmi lainnya yang relevan. Metode analisis yang diterapkan adalah regresi linier berganda dengan serangkaian pengujian asumsi klasik untuk memastikan validitas dan reliabilitas model yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan variabel tingkat upah, AHH, dan usia berpengaruh signifikan terhadap produktivitas tenaga kerja di wilayah tersebut. Secara parsial, tingkat upah memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas, mengindikasikan bahwa peningkatan upah mampu mendorong motivasi, efisiensi, serta kinerja tenaga kerja. Sebaliknya, AHH menunjukkan pengaruh negatif dan signifikan, menandakan bahwa peningkatan umur harapan hidup tidak selalu diikuti oleh peningkatan efisiensi tenaga kerja, kemungkinan akibat pergeseran struktur usia ke kelompok yang kurang produktif. Sementara itu, variabel usia berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap produktivitas, yang berarti faktor pengalaman dan kematangan belum cukup kuat secara statistik dalam meningkatkan output kerja. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,875 menunjukkan bahwa 87,5% variasi produktivitas tenaga kerja dapat dijelaskan oleh ketiga variabel tersebut. Temuan ini menegaskan pentingnya kebijakan pengupahan yang proporsional, peningkatan kualitas kesehatan kerja, serta optimalisasi tenaga kerja usia produktif guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di Provinsi Sumatera Utara.
Dampak Transisi Energi Global dan Strategi Kebijakan Ekspor Energi Indonesia Berdaya Saing Matondang, Khairani Alawiyah; Shafana, Anisa Nur; Butarbutar, Gebynatalia; Avrilya, Sri Zalfa; Sidauruk, Vande Mart
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3851

Abstract

Perubahan fundamental dalam sistem energi global yang diakselerasi oleh program dekarbonisasi dan transisi menuju energi terbarukan telah menciptakan dampak transformatif terhadap struktur ekspor komoditas energi Indonesia. Ketergantungan historis pada ekspor batu bara dan gas alam kini mengalami tekanan kompleks seiring dengan tren penurunan permintaan global dari pasar tradisional dan semakin menguatnya standar lingkungan internasional yang harus dipatuhi. Di sisi lain, gelombang transisi energi justru membuka kesempatan strategis melalui meningkatnya permintaan global terhadap mineral kritis seperti nikel, tembaga, dan bauksit, yang didorong oleh revolusi industri teknologi hijau, termasuk pengembangan kendaraan listrik, sistem penyimpanan energi, dan infrastruktur energi terbarukan. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif deskriptif melalui studi literatur mendalam untuk menganalisis tiga aspek utama: dinamika pasar energi global, kerentanan daya saing komoditas fosil, serta prospek pengembangan hilirisasi mineral strategis. Hasil analisis mengidentifikasi kebutuhan mendesak akan strategi komprehensif yang mengintegrasikan empat pilar utama: optimalisasi industri energi fosil melalui peningkatan efisiensi dan nilai tambah, akselerasi program industrialisasi mineral dalam negeri, penguatan kerangka diplomasi ekonomi dan perdagangan internasional, serta harmonisasi kebijakan domestik dengan perkembangan standar lingkungan global. Implementasi kebijakan yang terpadu dan visioner ini memungkinkan Indonesia tidak hanya mengatasi tantangan struktural transisi energi, tetapi juga memanfaatkannya sebagai peluang strategis untuk memperkuat posisi dalam rantai nilai energi bersih global sekaligus membangun fondasi yang kokoh bagi peningkatan daya saing ekspor jangka panjang yang berkelanjutan dan bernilai tambah tinggi.
Analisis Kredit Bermasalah (Non Performing Loan) pada PT Bank Rakyat Indonesia Tbk Periode 2020–2023 Avrilya, Sri Zalfa; Nur Qomarina, Nadia; N. Banjarnahor, Andryno Totty; Nauly Lubis, Lara; Zega, Sri Karwinda; Dina Aulia Sari; Rifani Enjelita Purba
Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Manajemen Indonesia Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI -JUNI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/b2rmdt59

Abstract

Perbankan mempunyai peran yang sangat penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, terutama melalui kegiatan menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkannya kembali dalam bentuk kredit ke berbagai sektor usaha. Namun, dalam proses penyaluran kredit tersebut terdapat risiko yang cukup besar, yaitu munculnya kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan rasio NPL pada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk selama periode 2020–2023, sekaligus mengidentifikasi penyebab terjadinya kredit macet, menilai keberhasilan pengelolaan kredit, serta melihat strategi yang diterapkan bank dalam mengatasinya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan tahunan Bank BRI serta publikasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Melalui data tersebut, peneliti dapat melihat kondisi dan perkembangan rasio NPL secara lebih objektif selama periode penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio NPL Bank BRI mengalami fluktuasi dari tahun ke tahun, namun tetap berada di bawah batas maksimum yang ditetapkan oleh regulator, yaitu sebesar 5%. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas kredit Bank BRI masih tergolong sehat meskipun dihadapkan pada tantangan seperti pandemi COVID-19 dan perubahan kondisi ekonomi. Untuk mengatasi kredit bermasalah, Bank BRI menerapkan beberapa strategi, seperti melakukan restrukturisasi kredit, meningkatkan kualitas analisis kredit, serta memperkuat sistem monitoring terhadap kredit yang telah disalurkan.