Setiap orang membutuhkan kesejahteraan psikologis dalam hidupnya, termasuk bagi seorang ibu bekerja yang menjalani berbagai tuntutan peran setiap hari. Namun, salah satu tantangan ibu bekerja ialah ketidakseimbangan antara tuntutan pekerjaan serta keluarga. Terdapatnya ketidakseimbangan tersebut bisa menyebabkan work-family conflict yang dapat membuat seorang ibu bekerja mengalami stres. Hal ini dapat berakibat rendahnya kesejahteraan psikologis yang dimiliki. Di lain sisi, adanya rasa syukur (gratitude) dapat mempunyai peran untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis dengan adanya pemaknaan positif terhadap pengalaman hidupnya sebagai ibu bekerja. Studi ini mempunyai tujuan untuk mengetahui pengaruh work-family conflict serta gratitude terhadap kesejahteraan psikologis pada ibu bekerja. Studi ini mempergunakan pendekatan kuantitatif melalui desain korelasional. Partisipan penelitian berjumlah 106 ibu bekerja baik di sektor formal maupun informal, dengan usia minimal 20 tahun. Teknik pengambilan sampel yang dipergunakan berupa convenience sampling. Instrumen yang dipergunakan yaitu Psychological Well-Being Short Scale, Work-Family Conflict Scale, dan Gratitude Questionnaire-6-items (GQ-6). Analisis data mempergunakan analisis regresi berganda yang memperlihatkan terdapatnya pengaruh antara work-family conflict serta gratitude terhadap kesejahteraan psikologis pada ibu bekerja dengan sumbangan efektif sebesar 42,3%. Temuan ini menunjukkan bahwa work-family conflict serta gratitude secara bersamaan mempunyai peran penting dalam menentukan tingkat kesejahteraan psikologis ibu bekerja, di mana konflik peran menurunkan dan rasa syukur meningkatkan kesejahteraan psikologis.
Copyrights © 2026