Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh person-job fit, work-life balance, dan flexible work terhadap intention to stay pegawai pada PT. Telkom Witel Sumatera Utara. Intention to stay merupakan aspek penting dalam manajemen sumber daya manusia karena berkaitan dengan loyalitas, komitmen, serta keberlanjutan organisasi dalam mempertahankan tenaga kerja yang kompeten. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Populasi penelitian adalah seluruh pegawai PT. Telkom Witel Sumatera Utara yang berjumlah 32 orang, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh, sehingga seluruh populasi dijadikan sampel. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner dengan skala Likert. Teknik analisis data menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial person-job fit, work-life balance, dan flexible work berpengaruh positif dan signifikan terhadap intention to stay. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat kesesuaian antara individu dan pekerjaan, semakin baik keseimbangan kehidupan kerja dan pribadi, serta semakin fleksibel sistem kerja yang diterapkan, maka semakin tinggi pula keinginan pegawai untuk tetap bekerja di perusahaan. Secara simultan, ketiga variabel tersebut juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap intention to stay. Temuan ini mengindikasikan bahwa perusahaan perlu memperhatikan kesesuaian penempatan kerja, mendukung keseimbangan kehidupan kerja pegawai, serta menerapkan kebijakan kerja yang fleksibel guna meningkatkan retensi pegawai. Dengan demikian, upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan kinerja organisasi secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026