Lumpur di Desa Kufar, Maluku, Indonesia, merupakan lumpur hasil pengeboran minyak yang berpotensi sebagai sumber mineral sekunder bernilai ekonomi. Penelitian ini bertujuan mengkarakterisasi komposisi unsur, struktur kristal, dan fasa mineral lumpur tersebut melalui pendekatan terpadu X-Ray Fluorescence (XRF) dan X-Ray Diffraction (XRD), yang dianalisis menggunakan perangkat lunak Match 3!, Rietica, dan MAUD berbasis metode Rietveld refinement. Analisis XRF menunjukkan dominasi kalsium (Ca, 57,9 wt.%), diikuti oleh besi (Fe, 21 wt.%) dan silikon (Si, 12 wt.%), dengan unsur minor seperti Cr, V, Ba, dan Mn masing-masing <1 wt.% jauh di bawah ambang toksisitas lingkungan. Analisis XRD mengidentifikasi lima fasa mineral utama: kalsit (CaCO₃), kuarsa (SiO₂), aluminium oksida, ulvoespinel, dan grimaldi deuterate. Refinement kuantitatif dengan Rietica mengungkap dominasi kalsit sebesar 81,63%, diikuti kuarsa (6,62%), aluminium oksida (4,49%), ulvoespinel (3,89%), dan grimaldi deuterate (3,37%), dengan nilai Goodness of Fit (GoF) = 1,27 yang menunjukkan kesesuaian tinggi antara model dan data eksperimen. Analisis ukuran kristal menggunakan MAUD menghasilkan kristal kalsit berukuran 137 nm dan kuarsa 94 nm, sedangkan fasa minor tidak dapat dikuantifikasi akibat intensitas difraksi yang rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa lumpur bor di Desa Kufar merupakan sumber CaCO₃ alami yang aman dan berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku dalam industri.
Copyrights © 2026