Risakotta, Mirtha Yunitha Sari
Physics Department, Faculty Of Mathematics And Natural Sciences, Pattimura University, Ir. M. Putuhena Street, Unpatti Poka Campus, Ambon 97233, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

THE MAGNETIC PROPERTIES MEASUREMENT OF COIL FOR GRAVITATIONAL ACCELERATION DETERMINATION Cherly Salawane; Supriyadi Supriyadi; Ronaldo Talapessy; Mirtha Yunitha Sari Risakotta
Spektra: Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 5 No 2 (2020): SPEKTRA: Jurnal Fisika dan Aplikasinya, Volume 5 Issue 2, August 2020
Publisher : Program Studi Fisika Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/SPEKTRA.052.04

Abstract

The value of the gravitational acceleration of the earth above the earth’s surface depends on the position of the latitude and longitude of the earth’s surface, in other words, because the shape of the earth’s surface is not round like a ball. The magnitude of gravity is not the same everywhere on the surface of the earth. The purpose of this study is to analyze the value of the earth’s gravitational acceleration in a laboratory using a current balance with a graphical method. Fluctuations in the value of the magnetic field strength (B) and the value of the electric current strength (i) on the current balance cause the value of laboratory gravitational acceleration (glab) to vary in the transfer of electric charge (q) according to coil type. The magnitude of the earth’s gravitational acceleration value obtained in a laboratory with a current balance for each type of coil is as follows: SF-37 glab-nr=9.89 m/s2, SF-38 glab-nr=9.90 m/s2, SF-39 glab-nr=9.76 m/s2, SF-40 glab-nr=9.95 m/s2, SF-41 glab-nr=9.75 m/s2 dan SF-42 glab-nr=9.93 m/s2. The results obtained indicate that the value of the earth’s gravitational acceleration in a laboratory close to the literature value is the value of the glab-nr in the SF-37 coil type of 9.89 m/s2.
POTENSI ENERGI PANAS BUMI DAN REKOMENDASI PEMANFAATANNYA PADA DAERAH HARUKU MALUKU TENGAH Andayany, Helda; Risakotta, Mirtha Yunitha Sari
BAREKENG: Jurnal Ilmu Matematika dan Terapan Vol 13 No 2 (2019): BAREKENG: Jurnal Ilmu Matematika dan Terapan
Publisher : PATTIMURA UNIVERSITY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.482 KB) | DOI: 10.30598/barekengvol13iss2pp069-074ar768

Abstract

Penelitian ini adalah menganalisis karakteristik mineral ubahan dengan metode FTIR di daerah mata air panas Haruku, Maluku Tengah. Hasil analisis FTIR menunjukkan jenis mineral ubahan yang mendominasi daerah panas bumi Haruku adalah mineral aragonit dan kalsit yang terdapat pada jenis batuan karbonat. Kedua mineral ini merupakan hasil alterasi dari batuan induk karena suhu reservoir dan suhu di permukaan yang tinggi. Mineral aragonit dan kalsit diinterpretasi terbentuk secara bersama-sama pada suhu permukaan 55oC. Di bawah suhu 55oC hanya kalsit yang dapat terbentuk. Mineral aragonit mengalami rekristalisasi dengan porositas yang tinggi. Sebaliknya, mineral kalsit mengalami rekristalisasi dengan porositas yang rendah. Hasil pengukuran suhu air panas rata-rata di permukaan adalah 58,8oC. Karakteristik air panas pada daerah Haruku Maluku Tengah juga didukung dengan pH adalah 7,1 dan konduktivitas listrik berkisar (9,350-10,450) μS/m. Pengukuran debit alir berkisar (0,11-0,16) m3/detik memberikan hasil perhitungan kehilangan panas (heat loss) adalah 80 kW. Pendugaan suhu reservoir panas bumi pada daerah Haruku Maluku Tengah berkisar 240oC, sehingga dapat berpotensi sebagai lapangan panas bumi untuk digunakan sebagai dasar rekomendasi utilisasi potensi panas bumi bagi pemerintah daerah (indirect use) yaitu sebagai informasi untuk memenuhi kekurangan daya listrik di daerah Maluku Tengah dan Maluku secara umum.
KARAKTERISASI MINERALOGI LUMPUR BOR DI DESA KUFAR MENGGUNAKAN XRF DAN XRD BERBASIS METODE RIETVELD Ely, Sufilman; kaloari, Ruth Meisye; Akyuwen, Frandy; Risakotta, Mirtha Yunitha Sari
JOURNAL ONLINE OF PHYSICS Vol. 11 No. 2 (2026): JOP (Journal Online of Physics) Vol 11 No 2
Publisher : Prodi Fisika FST UNJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jop.v11i2.51180

Abstract

Lumpur di Desa Kufar, Maluku, Indonesia, merupakan lumpur hasil pengeboran minyak yang berpotensi sebagai sumber mineral sekunder bernilai ekonomi. Penelitian ini bertujuan mengkarakterisasi komposisi unsur, struktur kristal, dan fasa mineral lumpur tersebut melalui pendekatan terpadu X-Ray Fluorescence (XRF) dan X-Ray Diffraction (XRD), yang dianalisis menggunakan perangkat lunak Match 3!, Rietica, dan MAUD berbasis metode Rietveld refinement. Analisis XRF menunjukkan dominasi kalsium (Ca, 57,9 wt.%), diikuti oleh besi (Fe, 21 wt.%) dan silikon (Si, 12 wt.%), dengan unsur minor seperti Cr, V, Ba, dan Mn masing-masing <1 wt.% jauh di bawah ambang toksisitas lingkungan. Analisis XRD mengidentifikasi lima fasa mineral utama: kalsit (CaCO₃), kuarsa (SiO₂), aluminium oksida, ulvoespinel, dan grimaldi deuterate. Refinement kuantitatif dengan Rietica mengungkap dominasi kalsit sebesar 81,63%, diikuti kuarsa (6,62%), aluminium oksida (4,49%), ulvoespinel (3,89%), dan grimaldi deuterate (3,37%), dengan nilai Goodness of Fit (GoF) = 1,27 yang menunjukkan kesesuaian tinggi antara model dan data eksperimen. Analisis ukuran kristal menggunakan MAUD menghasilkan kristal kalsit berukuran 137 nm dan kuarsa 94 nm, sedangkan fasa minor tidak dapat dikuantifikasi akibat intensitas difraksi yang rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa lumpur bor di Desa Kufar merupakan sumber CaCO₃ alami yang aman dan berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku dalam industri.