Keterlibatan pasien merupakan salah satu indikator penting dalam peningkatan mutu pelayanan kesehatan di Puskesmas. Selain meningkatkan kualitas pengambilan keputusan klinis, keterlibatan pasien juga berkontribusi terhadap kepuasan dan keberhasilan pelayanan kesehatan. Namun, praktik pelayanan kesehatan di Puskesmas Kabupaten Lombok Tengah masih menghadapi berbagai kendala, terutama terkait kompetensi tenaga kesehatan dalam komunikasi efektif, pemberian edukasi kesehatan, serta kemampuan melibatkan pasien dalam pengambilan keputusan bersama. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterlibatan pasien melalui penguatan kompetensi tenaga kesehatan di Puskesmas. Metode yang digunakan meliputi pelatihan, pendampingan, dan evaluasi terkait komunikasi efektif, pendekatan patient-centered care, serta pemberdayaan pasien dalam proses pelayanan kesehatan. Kegiatan ini melibatkan 30 peserta yang terdiri dari staf Puskesmas Mujur. Evaluasi dilakukan melalui pengukuran pengetahuan menggunakan metode pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai keterlibatan pasien dalam pelayanan kesehatan. Rata-rata skor pengetahuan tenaga kesehatan meningkat sebesar 33,6%, dari 38,5% pada pre-test menjadi 72,1% pada post-test, melebihi target kegiatan sebesar ≥25%. Selain itu, kategori pengetahuan tinggi meningkat 46,63%, semula 6,67% menjadi 53,3% setelah dilakukan edukasi dan simulasi role play. Peningkatan pengetahuan berdasarkan jenis kelamin juga relatif serupa, yaitu 34,2% pada peserta laki-laki dan 33,3% pada peserta perempuan. Hasil ini menunjukkan bahwa penguatan kompetensi tenaga kesehatan melalui pelatihan, pendampingan, dan praktik simulasi memberikan kontribusi positif dalam mendorong keterlibatan pasien secara lebih aktif dalam proses pelayanan kesehatan. Kegiatan ini menegaskan bahwa peningkatan keterlibatan pasien dapat dicapai melalui strategi penguatan kapasitas tenaga kesehatan yang terencana dan berkelanjutan sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan di Puskesmas. Optimizing Patient Engagement Through Strengthening the Competence of Health Workers at Community Health Centers in Central Lombok Regency Abstract Patient engagement is an important indicator in improving the quality of healthcare services in community health centers (Puskesmas). In addition to enhancing the quality of clinical decision-making, patient engagement also contributes to patient satisfaction and the effectiveness of healthcare services. However, healthcare practices in Puskesmas in Central Lombok Regency still face several challenges, particularly related to the competencies of healthcare workers in effective communication, health education delivery, and the ability to involve patients in shared decision-making. This community service activity aimed to increase patient engagement by strengthening the competencies of healthcare workers in Puskesmas. The methods included training, mentoring, and evaluation focusing on effective communication, a patient-centered care approach, and patient empowerment in the healthcare service process. The activity involved 30 participants consisting of staff from Puskesmas Mujur. Evaluation was conducted by measuring participants’ knowledge using pre-test and post-test methods. The results showed an improvement in participants’ understanding of patient engagement in healthcare services. The average knowledge score increased by 33.6%, from 38.5% in the pre-test to 72.1% in the post-test, exceeding the activity target of ≥25%. The proportion of participants in the high knowledge category also increased from 6.67% to 53.3% after educational sessions and role-play simulations. Knowledge improvement between male and female participants was relatively similar, increasing by 34.2% and 33.3%, respectively. These findings indicate that strengthening healthcare workers’ competencies contributes positively to encouraging more active patient engagement and improving the quality of healthcare services in Puskesmas.
Copyrights © 2026