Kusumwati, Prima Dewi
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Optimizing Patient Engagement Through Strengthening the Competence of Health Workers at Community Health Centers in Central Lombok Regency Kusumwati, Prima Dewi; Munezarah, Munezarah; Karno, Darma
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 1 (2026): March
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v11i1.4596

Abstract

Keterlibatan pasien merupakan salah satu indikator penting dalam peningkatan mutu pelayanan kesehatan di Puskesmas. Selain meningkatkan kualitas pengambilan keputusan klinis, keterlibatan pasien juga berkontribusi terhadap kepuasan dan keberhasilan pelayanan kesehatan. Namun, praktik pelayanan kesehatan di Puskesmas Kabupaten Lombok Tengah masih menghadapi berbagai kendala, terutama terkait kompetensi tenaga kesehatan dalam komunikasi efektif, pemberian edukasi kesehatan, serta kemampuan melibatkan pasien dalam pengambilan keputusan bersama. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterlibatan pasien melalui penguatan kompetensi tenaga kesehatan di Puskesmas. Metode yang digunakan meliputi pelatihan, pendampingan, dan evaluasi terkait komunikasi efektif, pendekatan patient-centered care, serta pemberdayaan pasien dalam proses pelayanan kesehatan. Kegiatan ini melibatkan 30 peserta yang terdiri dari staf Puskesmas Mujur. Evaluasi dilakukan melalui pengukuran pengetahuan menggunakan metode pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai keterlibatan pasien dalam pelayanan kesehatan. Rata-rata skor pengetahuan tenaga kesehatan meningkat sebesar 33,6%, dari 38,5% pada pre-test menjadi 72,1% pada post-test, melebihi target kegiatan sebesar ≥25%. Selain itu, kategori pengetahuan tinggi meningkat 46,63%, semula 6,67% menjadi 53,3% setelah dilakukan edukasi dan simulasi role play. Peningkatan pengetahuan berdasarkan jenis kelamin juga relatif serupa, yaitu 34,2% pada peserta laki-laki dan 33,3% pada peserta perempuan. Hasil ini menunjukkan bahwa penguatan kompetensi tenaga kesehatan melalui pelatihan, pendampingan, dan praktik simulasi memberikan kontribusi positif dalam mendorong keterlibatan pasien secara lebih aktif dalam proses pelayanan kesehatan. Kegiatan ini menegaskan bahwa peningkatan keterlibatan pasien dapat dicapai melalui strategi penguatan kapasitas tenaga kesehatan yang terencana dan berkelanjutan sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan di Puskesmas. Optimizing Patient Engagement Through Strengthening the Competence of Health Workers at Community Health Centers in Central Lombok Regency Abstract Patient engagement is an important indicator in improving the quality of healthcare services in community health centers (Puskesmas). In addition to enhancing the quality of clinical decision-making, patient engagement also contributes to patient satisfaction and the effectiveness of healthcare services. However, healthcare practices in Puskesmas in Central Lombok Regency still face several challenges, particularly related to the competencies of healthcare workers in effective communication, health education delivery, and the ability to involve patients in shared decision-making. This community service activity aimed to increase patient engagement by strengthening the competencies of healthcare workers in Puskesmas. The methods included training, mentoring, and evaluation focusing on effective communication, a patient-centered care approach, and patient empowerment in the healthcare service process. The activity involved 30 participants consisting of staff from Puskesmas Mujur. Evaluation was conducted by measuring participants’ knowledge using pre-test and post-test methods. The results showed an improvement in participants’ understanding of patient engagement in healthcare services. The average knowledge score increased by 33.6%, from 38.5% in the pre-test to 72.1% in the post-test, exceeding the activity target of ≥25%. The proportion of participants in the high knowledge category also increased from 6.67% to 53.3% after educational sessions and role-play simulations. Knowledge improvement between male and female participants was relatively similar, increasing by 34.2% and 33.3%, respectively. These findings indicate that strengthening healthcare workers’ competencies contributes positively to encouraging more active patient engagement and improving the quality of healthcare services in Puskesmas.
Peningkatan Kinerja Perawat Di Instalasi Rawat Inap RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat Kusumwati, Prima Dewi; Sophiarany, Nabila; Munip, Muhammad
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 1 (2026): March
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v11i1.4652

Abstract

Perawat merupakan unsur strategis dalam peningkatan mutu pelayanan kesehatan di Rumah sakit karena berperan langsung dalam pemberian asuhan kepada pasien. Kinerja perawat dipengaruhi oleh efektivitas manajemen keperawatan, khususnya peran manajer dalam perencanaan, pembinaan, supervisi klinis, dan evaluasi kinerja. RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat sebagai rumah sakit rujukan terakhir menghadapi tantangan berupa tingginya beban kerja di instalasi rawat inap serta keragaman kompetensi perawat, sehingga diperlukan penguatan kapasitas manajerial untuk meningkatkan pengelolaan kinerja perawat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas manajer dalam mengelola kinerja perawat melalui penguatan kompetensi manajerial, perencanaan beban kerja, supervisi klinis, dan evaluasi kinerja. Metode yang digunakan adalah pre-test dan post-test kepada 20 manajer rumah sakit untuk menilai peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi. Kegiatan dilaksanakan melalui edukasi manajemen kinerja, pelatihan, diskusi kelompok, serta pendampingan penyusunan strategi peningkatan kinerja perawat. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman manajer terkait manajemen kinerja dan pengelolaan beban kerja perawat. Kategori pengetahuan kurang menurun sebesar 10% (dari 50% menjadi 40%), sedangkan kategori pengetahuan baik meningkat sebesar 45% (dari 15% menjadi 60%). Selain itu, kemampuan manajer dalam monitoring, evaluasi, dan pembinaan perawat di unit kerja juga meningkat. Kegiatan pengabdian ini dapat meningktakan kemampuan manajer dalam mengelola dan meningkatkan kinerja keperawatan sehingga dapat berkontribusi terhadap mutu layanan kesehatan yang lebih efektif terlihat pada penyeragaman kompetensi perawat, memperjelas peran asuhan keperawatan sehingga berpengaruh terhadap beban kerja perawat yang bertugas di Instalasi Rawat Inap. Improving Nurses’ Performance in the Inpatient Installation In RSUD West Nusa Tenggara Abstract Nurses are a strategic component in improving the quality of healthcare services in hospitals because they play a direct role in patient care. Nurses’ performance is influenced by the effectiveness of nursing management, particularly the role of managers in planning, coaching, clinical supervision, and performance evaluation. The West Nusa Tenggara Provincial Hospital, as the highest referral hospital in the province, faces challenges related to the high workload in inpatient units and the diversity of nurses’ competencies. Therefore, strengthening managerial capacity is necessary to improve the management of nursing performance. This community service activity aimed to enhance managers’ capacity in managing nurses’ performance through strengthening managerial competencies, workload planning, clinical supervision, and performance evaluation. The method used was a pre-test and post-test approach involving 20 hospital managers to assess knowledge improvement before and after the intervention. The activities were conducted through performance management education, training, group discussions, and assistance in developing strategies to improve nurses’ performance. The results showed an increase in managers’ understanding of performance management and nursing workload management. The proportion of participants in the low knowledge category decreased by 10% (from 50% to 40%), while the good knowledge category increased by 45% (from 15% to 60%). In addition, managers’ abilities in monitoring, evaluation, and coaching nurses in their respective units also improved. This activity contributed to strengthening managers’ capacity to manage and improve nursing performance, thereby supporting more effective healthcare service quality in inpatient units.