Perawat merupakan unsur strategis dalam peningkatan mutu pelayanan kesehatan di Rumah sakit karena berperan langsung dalam pemberian asuhan kepada pasien. Kinerja perawat dipengaruhi oleh efektivitas manajemen keperawatan, khususnya peran manajer dalam perencanaan, pembinaan, supervisi klinis, dan evaluasi kinerja. RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat sebagai rumah sakit rujukan terakhir menghadapi tantangan berupa tingginya beban kerja di instalasi rawat inap serta keragaman kompetensi perawat, sehingga diperlukan penguatan kapasitas manajerial untuk meningkatkan pengelolaan kinerja perawat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas manajer dalam mengelola kinerja perawat melalui penguatan kompetensi manajerial, perencanaan beban kerja, supervisi klinis, dan evaluasi kinerja. Metode yang digunakan adalah pre-test dan post-test kepada 20 manajer rumah sakit untuk menilai peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi. Kegiatan dilaksanakan melalui edukasi manajemen kinerja, pelatihan, diskusi kelompok, serta pendampingan penyusunan strategi peningkatan kinerja perawat. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman manajer terkait manajemen kinerja dan pengelolaan beban kerja perawat. Kategori pengetahuan kurang menurun sebesar 10% (dari 50% menjadi 40%), sedangkan kategori pengetahuan baik meningkat sebesar 45% (dari 15% menjadi 60%). Selain itu, kemampuan manajer dalam monitoring, evaluasi, dan pembinaan perawat di unit kerja juga meningkat. Kegiatan pengabdian ini dapat meningktakan kemampuan manajer dalam mengelola dan meningkatkan kinerja keperawatan sehingga dapat berkontribusi terhadap mutu layanan kesehatan yang lebih efektif terlihat pada penyeragaman kompetensi perawat, memperjelas peran asuhan keperawatan sehingga berpengaruh terhadap beban kerja perawat yang bertugas di Instalasi Rawat Inap. Improving Nurses’ Performance in the Inpatient Installation In RSUD West Nusa Tenggara Abstract Nurses are a strategic component in improving the quality of healthcare services in hospitals because they play a direct role in patient care. Nurses’ performance is influenced by the effectiveness of nursing management, particularly the role of managers in planning, coaching, clinical supervision, and performance evaluation. The West Nusa Tenggara Provincial Hospital, as the highest referral hospital in the province, faces challenges related to the high workload in inpatient units and the diversity of nurses’ competencies. Therefore, strengthening managerial capacity is necessary to improve the management of nursing performance. This community service activity aimed to enhance managers’ capacity in managing nurses’ performance through strengthening managerial competencies, workload planning, clinical supervision, and performance evaluation. The method used was a pre-test and post-test approach involving 20 hospital managers to assess knowledge improvement before and after the intervention. The activities were conducted through performance management education, training, group discussions, and assistance in developing strategies to improve nurses’ performance. The results showed an increase in managers’ understanding of performance management and nursing workload management. The proportion of participants in the low knowledge category decreased by 10% (from 50% to 40%), while the good knowledge category increased by 45% (from 15% to 60%). In addition, managers’ abilities in monitoring, evaluation, and coaching nurses in their respective units also improved. This activity contributed to strengthening managers’ capacity to manage and improve nursing performance, thereby supporting more effective healthcare service quality in inpatient units.
Copyrights © 2026