Latar belakang: Anemia pada remaja putri di wilayah endemis Tilango masih tinggi (16,4%) akibat rendahnya kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) sebesar 70%, meskipun suplementasi zat besi direkomendasikan WHO dan Kemenkes RI. Tujuan: menganalisis hubungan kepatuhan konsumsi TTD dengan status anemia pada remaja putri di Kecamatan Tilango. Metode: desain cross-sectional analitik pada 427 remaja putri usia 12–18 tahun menggunakan total sampling; kepatuhan TTD diukur self-report (?80% patuh), status anemia berdasarkan Hb <12 g/dL (HemoCue®), dianalisis Chi-Square dan regresi logistik. Hasil: ketidakpatuhan TTD berhubungan signifikan dengan anemia (OR=4,62; 95% CI:2,15–9,92; p=0,002); multivariat menunjukkan OR=3,98 (p=0,001) dan KEK (OR=2,12; p=0,011). Simpulan: ketidakpatuhan konsumsi TTD merupakan faktor dominan anemia pada remaja putri di Tilango. Saran: tingkatkan kepatuhan >70% melalui distribusi mingguan UKS, aktivasi posyandu remaja, skrining Hb triwulanan
Copyrights © 2026