Anemia pada remaja putri masih menjadi masalah kesehatan di wilayah endemis, terutama akibat rendahnya kepatuhan konsumsi tablet Fe. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan kepatuhan konsumsi tablet Fe dengan risiko anemia pada remaja putri di Kecamatan Tilango. Desain penelitian menggunakan pendekatan deskriptif, dengan rancangan cross-sectional yang mencakup 427 remaja putri di enam desa. Variabel yang dikaji meliputi konsumsi tablet Fe, pemeriksaan Hb, status anemia, dan status KEK. Hasil menunjukkan bahwa ketidakpatuhan konsumsi tablet Fe masih tinggi (53–76%), sementara anemia ditemukan antara 7–30% pada berbagai desa, terutama pada wilayah dengan angka konsumsi Fe terendah. Temuan ini konsisten dengan bukti ilmiah yang menyatakan bahwa suplementasi zat besi harian efektif menurunkan risiko anemia pada remaja dan bahwa pengetahuan, akses edukasi, serta keaktifan posyandu berpengaruh besar terhadap kepatuhan. Oleh sebab itu rendahnya kepatuhan konsumsi tablet Fe menjadi penentu risiko anemia pada remaja putri di Tilango. Disarankan adanya edukasi gizi berkelanjutan, penguatan program TTD sekolah, serta peningkatan pemantauan Hb dan keaktifan posyandu remaja.
Copyrights © 2026