Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan peran ranah psikomotorik dalam pembelajaran matematika serta bagaimana penerapannya berkontribusi terhadap pemahaman konsep siswa. Pembelajaran matematika yang bersifat abstrak membutuhkan dukungan aktivitas konkret agar siswa mampu menghubungkan simbol dengan pengalaman nyata. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi pada guru dan siswa yang terlibat dalam pembelajaran berbasis aktivitas fisik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan psikomotorik, seperti penggunaan alat peraga, pengukuran langsung, pembuatan model, dan manipulasi objek matematika, mampu meningkatkan pemahaman konsep, motivasi belajar, serta kemampuan berpikir tingkat tinggi. Aktivitas tersebut juga memperkuat keterampilan sosial siswa melalui kerja kelompok dan diskusi. Meskipun demikian, implementasinya masih menghadapi kendala, terutama pada keterbatasan sarana, waktu pembelajaran, dan kesulitan dalam penilaian keterampilan psikomotorik. Secara keseluruhan, integrasi psikomotorik terbukti efektif dalam menciptakan pembelajaran matematika yang lebih bermakna, sehingga perlu dikembangkan melalui pelatihan guru, penyediaan fasilitas memadai, dan perencanaan pembelajaran yang lebih terstruktur.
Copyrights © 2026