Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan aktivitas, motivasi, dan hambatan yang dihadapi anggota Indonesia Escorting Ambulance (IEA) Koordinator Wilayah Riau dalam menjalankan perannya sebagai relawan pengawal ambulans. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan utama anggota IEA adalah melakukan pengawalan ambulans secara terkoordinasi agar perjalanan pasien kritis menuju rumah sakit berjalan cepat dan aman. Motivasi anggota bersifat ganda, mencakup motivasi intrinsik berupa keinginan menolong sesama, kepuasan batin, empati, serta aktualisasi diri, dan motivasi ekstrinsik berupa pelatihan keterampilan, pengembangan soft skills, apresiasi masyarakat, jaringan sosial yang lebih luas, serta pengakuan sosial. Selain itu, penelitian menemukan adanya hambatan internal, seperti kurangnya disiplin waktu, miskomunikasi, dan keterbatasan sumber daya, serta hambatan eksternal berupa resistensi pengguna jalan, teguran dari pihak berwenang, dan kurangnya pemahaman masyarakat. Analisis teoritis dengan teori Maslow dan Self-Determination Theory menunjukkan bahwa keterlibatan anggota IEA tidak hanya memenuhi kebutuhan sosial, penghargaan, dan aktualisasi diri, tetapi juga kebutuhan psikologis berupa otonomi, kompetensi, dan keterhubungan.
Copyrights © 2026