Teknologi additive manufacturing terus berkembang, salah satunya melalui metode Digital Light Processing (DLP) yang menawarkan kecepatan proses tinggi dan fleksibilitas desain. Namun, tantangan utama pada teknologi ini adalah pencapaian akurasi dimensi produk cetak yang dipengaruhi oleh parameter printing dan proses pasca-curing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh curing time, base time, dan layer height, serta durasi curing terhadap akurasi dimensi spesimen uji ASTM D790-03 termodifikasi menggunakan desain faktorial . Analisis data dilakukan menggunakan ANOVA, uji lanjut Tukey, dan pendekatan desirability untuk menentukan kombinasi parameter optimal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa base time dan layer height berpengaruh signifikan terhadap akurasi dimensi panjang, layer height berpengaruh signifikan terhadap akurasi dimensi lebar, serta interaksi base time dan layer height berpengaruh signifikan terhadap akurasi dimensi tinggi. Hasil uji Tukey menunjukkan bahwa variasi level layer height memberikan perbedaan signifikan pada dimensi panjang dan lebar, sementara variasi base time tidak menunjukkan perbedaan signifikan pada dimensi panjang. Kombinasi parameter optimal diperoleh pada waktu curing 600 detik, base time 15 detik, dan layer height 200 µm, dengan nilai composite desirability sebesar 69,42%, yang menghasilkan penyimpangan dimensi paling kecil. Hasil ini menunjukkan potensi optimasi parameter DLP untuk meningkatkan kualitas dimensi spesimen uji.
Copyrights © 2026