Upacara Reba dan ritus Su’i Uwi merupakan tradisi budaya religius masyarakat Bajawa yang mengandung nilai syukur, rekonsiliasi, persaudaraan, dan penghormatan terhadap leluhur. Tradisi ini tidak hanya menjaga identitas budaya, tetapi juga memiliki makna spiritual yang selaras dengan ajaran Gereja Katolik, khususnya konsep communio. Penelitian ini bertujuan menafsirkan simbol, struktur ritual, dan nilai-nilai Reba Su’i Uwi dalam perspektif teologi inkulturasi serta melihat bagaimana Gereja lokal mengadopsinya dalam kehidupan iman umat. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif-interpretatif melalui studi pustaka dan wawancara dengan tokoh adat, pemuka agama, dan umat. Analisis dilakukan secara hermeneutik-teologis dengan memandang simbol budaya sebagai semina Verbi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Reba dan Su’i Uwi mengandung simbol teologis seperti ubi sebagai lambang kehidupan, rumah adat sebagai ruang perjumpaan, serta ritus sebagai tanda pembaruan hidup. Gereja menafsirkan tradisi ini secara inkulturatif melalui praktik seperti Misa Reba dan pemaknaan simbol ubi dalam terang Ekaristi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Reba Su’i Uwi menjadi jembatan antara budaya dan iman, memperkaya spiritualitas serta relevansi Gereja lokal.
Copyrights © 2026