Kehamilan dini di kalangan remaja menjadi persoalan sosial yang kompleks, terutama di wilayah terpencil seperti Pulau Lancang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi pembinaan masyarakat dalam mencegah kehamilan dini pada remaja. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan strategi studi fenomenologi. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan bahwa pembinaan dilakukan dengan pendekatan edukatif, keagamaan, dan sosial. Tokoh masyarakat memainkan peran penting sebagai edukator moral dan agen perubahan sosial. Kendala utama yang dihadapi antara lain keterbatasan informasi, rendahnya pendidikan masyarakat, dan budaya malu. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sinergi antara masyarakat dan pemerintah sangat dibutuhkan untuk mencegah kehamilan dini secara berkelanjutan. Namun, pembinaan masih menemui berbagai hambatan seperti keterbatasan informasi, rendahnya pendidikan reproduksi, minimnya dukungan institusional, serta budaya tabu dalam membahas seksualitas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sinergi antara masyarakat, keluarga, sekolah, dan pemerintah sangat diperlukan agar pembinaan dapat berjalan secara terstruktur, berkelanjutan, dan menyentuh kebutuhan remaja secara menyeluruh. Kata-kata kunci: Pembinaan masyarakat, Kehamilan dini, Remaja.
Copyrights © 2026