Studi kuantitatif korelasional ini dirancang untuk mengisi gap penelitian mengenai hubungan antara kelelahan akademik dan performa pada mata pelajaran spesifik, yaitu akuntansi, di kalangan siswa Gen Z. Academic fatigue dibagi menjadi tiga dimensinya yaitu kelelahan emosional, sinisme, dan penurunan efikasi akademik. Tujuan utamanya adalah untuk menganalisis sejauh mana sindrom ini mempengaruhi minat belajar dan capaian kompetensi akuntansi (hasil belajar). Populasi penelitian ini adalah siswa SMK akuntansi yang berada dalam rentang usia Gen Z. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji korelasi Product-Moment Pearson. Temuan utama menunjukkan bahwa dimensi sinisme dan kelelahan emosional memiliki korelasi yang paling kuat dengan penurunan minat belajar akuntansi. Selanjutnya, penurunan minat ini berdampak signifikan pada rendahnya hasil belajar akuntansi siswa. Hasil penelitian ini memberikan landasan empiris untuk mengembangkan kerangka intervensi di sekolah, menekankan perlunya dukungan psikologis dan restrukturisasi kurikulum akuntansi agar lebih adaptif dan menarik bagi Gen Z, sehingga mengurangi academic fatigue dan meningkatkan kualitas pendidikan.
Copyrights © 2026