Demokrasi deliberatif menekankan partisipasi inklusif, dialog rasional, dan kesetaraan dalam pengambilan keputusan yang relevan dengan tujuan Pendidikan Kewarganegaraan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi OSIS dalam memperkuat praktik demokrasi deliberatif sebagai bentuk civic disposition serta mengidentifikasi faktor-faktor yang menghambat pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumen dengan melibatkan pembina OSIS, pengurus, dan anggota OSIS. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui tahapan pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan demokrasi deliberatif dilakukan melalui tiga strategi, yaitu penetapan tujuan organisasi dengan adanya keterbukaan dalam peninjauan visi dan misi serta seleksi pengurus, penyusunan program kerja yang partisipatif, serta alokasi sumber daya sekolah untuk mendukung keterlibatan siswa. Strategi tersebut berkontribusi pada pembentukan civic disposition siswa, terutama dalam aspek adab berpikir, disiplin diri, keterbukaan berpikir, dan toleransi terhadap keberagaman. Namun demikian, pada pelaksanaannya masih menghadapi kendala pada minat partisipasi berupa rendahnya partisipasi aktif siswa, dominasi kekuasaan berupa adanya pengaruh senioritas dan hierarki persepsi, dan pada komitmen deliberasi berupa lemahnya komitmen terhadap prinsip deliberasi.
Copyrights © 2026