Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberdayaan psikologis terhadap perilaku kerja inovatif dengan kepuasan kerja sebagai variabel mediasi pada karyawan sektor akomodasi di Provinsi Lampung. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada tuntutan industri perhotelan yang semakin kompetitif, sehingga inovasi karyawan menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas layanan dan daya saing organisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada karyawan tetap dan kontrak pada hotel dan akomodasi lainnya di Provinsi Lampung, dengan total responden sebanyak 122 orang. Analisis data dilakukan menggunakan Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan psikologis berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku kerja inovatif dan kepuasan kerja. Namun, kepuasan kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap perilaku kerja inovatif dan tidak memediasi hubungan antara pemberdayaan psikologis dan perilaku kerja inovatif. Temuan ini mengindikasikan bahwa pemberdayaan psikologis merupakan faktor utama yang secara langsung mendorong perilaku kerja inovatif, sementara kepuasan kerja lebih berperan sebagai sikap kerja daripada mekanisme pendorong inovasi. Penelitian ini memberikan implikasi teoretis dengan memperkuat peran pemberdayaan psikologis dalam konteks perilaku kerja inovatif, serta implikasi praktis bagi manajemen sektor akomodasi untuk memprioritaskan praktik pemberdayaan karyawan guna mendorong inovasi yang berkelanjutan.
Copyrights © 2026