Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS PERAN DESA DALAM IMPLEMENTASI DESENTRALISASI PEMERINTAHAN DI INDONESIA Divia Salsabila; Hasjad
Lakidende Law Review Vol. 4 No. 2 (2025): DELAREV (AGUSTUS)
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Lakidende

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47353/delarev.v4i2.98

Abstract

Indonesia adalah negara yang memiliki berbagai macam suku, Budaya dan agama, selain itu Indonesia uga identik dengan Pemerintahannya mulai dari tingkat provinsi, kabupaten/kota, Dan desa/kelurahan Berbicara tentang pemerintahan ada hal-hal yang perlu diperhatikan dalam konteks desentralisasi Membahas tentang desentralisasi desa memiliki peran penting Karena desa dapat menadi pusat layanan masyarakat, Pengambilan keputusan lokal, Pengembangan ekonomi lokal dan peningkatan partisipasi masyarakat, Adapun tantangan yang harus dihadapi dalam implementasi desentralisasi Di desa antaranya keterbatasan keterbatasan sumber daya, Keterampilan dan kapasitas, Serta koordinasi dan sinkronisasi. Desentralisasi sangat penting untuk kemauan Daerah karena dapat meningkatkan akuntabilitas Dan efisiensi pemerintahan selain itu uga Masyarakat dapat lebih mudah mengawasi dan mengevaluasi Kinera pemerintah desa dalam artian Transparansi untuk mewuudkan pemerintahan Yang bersih dan bermartabat (good governance).
The Effect of Psychological Empowerment on Innovative Work Behavior with Job Satisfaction as A Mediating Variable Divia Salsabila; Lis Andriani HR; Dina Safitri
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i2.5140

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberdayaan psikologis terhadap perilaku kerja inovatif dengan kepuasan kerja sebagai variabel mediasi pada karyawan sektor akomodasi di Provinsi Lampung. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada tuntutan industri perhotelan yang semakin kompetitif, sehingga inovasi karyawan menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas layanan dan daya saing organisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada karyawan tetap dan kontrak pada hotel dan akomodasi lainnya di Provinsi Lampung, dengan total responden sebanyak 122 orang. Analisis data dilakukan menggunakan Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan psikologis berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku kerja inovatif dan kepuasan kerja. Namun, kepuasan kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap perilaku kerja inovatif dan tidak memediasi hubungan antara pemberdayaan psikologis dan perilaku kerja inovatif. Temuan ini mengindikasikan bahwa pemberdayaan psikologis merupakan faktor utama yang secara langsung mendorong perilaku kerja inovatif, sementara kepuasan kerja lebih berperan sebagai sikap kerja daripada mekanisme pendorong inovasi. Penelitian ini memberikan implikasi teoretis dengan memperkuat peran pemberdayaan psikologis dalam konteks perilaku kerja inovatif, serta implikasi praktis bagi manajemen sektor akomodasi untuk memprioritaskan praktik pemberdayaan karyawan guna mendorong inovasi yang berkelanjutan.