Generasi Z menjadi kelompok demografis dominan yang kini memasuki usia produktif dan menjadi sasaran strategis regenerasi prajurit TNI Angkatan Darat (TNI AD). Namun, muncul pertanyaan mengenai relevansi institusi militer di tengah karakter Gen Z yang cenderung digital, kritis, serta menuntut fleksibilitas dan makna sosial. Tulisan ini bertujuan menganalisis kesenjangan antara kultur organisasi TNI AD dengan ekspektasi Gen Z serta merumuskan strategi inovasi rekrutmen yang lebih adaptif. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah penelitian empiris, laporan institusi, dan kajian akademik terkait generasi muda dan rekrutmen militer. Hasil kajian menunjukkan bahwa tantangan utama terletak pada gap komunikasi, citra institusi yang kurang kompetitif dibanding sektor sipil, serta metode rekrutmen konvensional yang tidak selaras dengan perilaku digital Gen Z. Artikel ini merekomendasikan tiga strategi utama, yaitu digital branding, gamifikasi, dan kampanye naratif kreatif untuk memperkuat daya tarik rekrutmen.
Copyrights © 2026