Disiplin merupakan nilai fundamental dalam pendidikan militer yang berfungsi menjaga keteraturan organisasi dan efektivitas sistem komando. Namun, dalam praktik kehidupan taruna, realitas perilaku tidak selalu sepenuhnya selaras dengan standar normatif yang ditetapkan institusi. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesenjangan antara kondisi faktual (das sein) dan standar normatif (das sollen) dalam praktik distribusi makanan taruna, khususnya fenomena perilaku menyela antrean dalam sistem makan ompreng di lingkungan Akademi Militer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kajian konseptual berbasis literatur dengan mengintegrasikan perspektif psikologi sosial, teori regulasi diri, serta psikoanalisis Sigmund Freud. Hasil analisis menunjukkan bahwa perilaku menyela antrean tidak hanya mencerminkan pelanggaran disiplin individual, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor struktural, situasional, dan psikologis, seperti antrean panjang, keterbatasan waktu makan, kelelahan fisik, dan rasa lapar. Kondisi tersebut dapat menurunkan kapasitas regulasi diri dan memunculkan konflik antara dorongan instingtif individu dan norma kedisiplinan yang telah diinternalisasi.
Copyrights © 2026