Diabetes melitus merupakan kondisi hiperglikemia karena adanya gangguan metabolisme. Di Indonesia, penderita Diabetes Melitus diperkirakan mencapai 21,3 juta pada tahun 2030. Penderita diabetes melitus memerlukan kontrol gula darah dan pencegahan komplikasi. Diet rendah karbohidrat tinggi lemak terbukti efektif dalam mengontrol gula darah, tetapi beberapa penelitian lain menyatakan sebaliknya. Tinjuan pustaka naratif ini bertujuan untuk mengidentifikasi bukti-bukti pengaruh diet tinggi lemak terhadap kontrol indeks glikemik pada penderita T2DM. Pencarian literatur dilakukan menggunakan basis data PubMed dan Google scholar menggunakan istilah terkontrol. Hasil menunjukkan bahwa Beberapa penelitian membuktikan efektivitas diet LCHF dalam menurunkan rata-rata glukosa darah, menjaga stabilitas gula darah, memperbaiki profil lipid, menurunkan berat badan. Bahkan diet LCHF dapat menurunkan kadar HbA1c dan berat badan dua kali lipat dibandingkan diet HCLF. Intervensi tambahan aktivitas fisik juga dapat meningkatkan efektivitas diet LCHF. Namun, hasil ini tidak konsisten. Dapat disimpulkan bahwa pemberian diet LCHF pada penderita diabetes melitus tipe 2 efektif untuk mengontrol indeks glikemik serta menurunkan berat badan. Namun, efektivitas jangka panjang masih perlu diteliti dan memperhatikan intensitas aktivitas fisik yang dilakukan.
Copyrights © 2026