Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi risiko kedisiplinan karyawan pada PT XYZ menggunakan metode FMEA. Latar belakang penelitian ini didasari oleh tingginya tingkat keterlambatan karyawan di PT XYZ yang mengakibatkan hilangnya jam kerja produktif pada kategori keterlambatan yang menunjukkan adanya risiko kedisiplinan karyawan, sehingga berdampak langsung pada pencapaian target produksi perusahaan. Kebaruan penelitian ini terletak pada fokus analisis terhadap risiko kedisiplinan karyawan yang berkaitan dengan keterlambatan kehadiran kerja menggunakan pendekatan manajemen risiko, yang belum banyak dikaji secara spesifik pada industri otomotif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling, yaitu melibatkan enam orang karyawan pada Departemen Human Capital General Affair sebagai responden yang memiliki pemahaman langsung terhadap pengelolaan kehadiran dan kedisiplinan karyawan. Metode FMEA digunakan untuk mengidentifikasi potensi mode kegagalan dalam sistem kedisiplinan karyawan, khususnya pada proses pencatatan kehadiran. Setiap risiko dinilai berdasarkan tiga parameter utama, yaitu tingkat keparahan dampak (severity), tingkat kemungkinan terjadinya (occurrence), dan tingkat kemampuan deteksi (detection). Hasil penelitian menunjukkan bahwa fasilitas absensi yang tidak efektif merupakan risiko paling dominan, dengan nilai severity sebesar 10, occurrence sebesar 9, dan detection sebesar 8. Kombinasi ketiga parameter tersebut menghasilkan nilai Risk Priority Number (RPN) sebesar 720, yang termasuk dalam kategori risiko ekstrem.
Copyrights © 2026