Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penerapan Digital Marketing (Instagram dan Youtube) untuk Meningkatkan Penjualan Pada Usaha Meja Kursi dari Limbah Ban Dzulfikar, Arif; Busharmaidi, Busharmaidi; Nuryatno, Yulius Jatmiko; Delyuzar, Raissa Arham; Sari, Evita Ratna
RENATA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Kita Semua Vol. 2 No. 3 (2024): Renata - Desember 2024
Publisher : PT Berkah Tematik Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61124/1.renata.85

Abstract

Tingginya jumlah limbah ban di Indonesia menimbulkan potensi masalah lingkungan karena sulitnya limbah ini terurai dan memiliki dampak negatif terhadap kualitas udara dan lahan. Usaha kursi dan meja berbahan limbah ban Ciberes di Bogor merupakan salah satu contoh inisiatif greentrepreneurship untuk mengurangi limbah sekaligus memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar. Namun, kendala pemasaran terbatas pada metode word of mouth dan WhatsApp menghambat pertumbuhan usahanya. Melalui kegiatan ini, tim pengabdian memberikan pelatihan digital marketing, khususnya dalam penggunaan Instagram dan YouTube. Tahapan pelatihan meliputi observasi awal, pembuatan konten, serta sosialisasi dan pelatihan tentang desain konten menarik dengan Canva dan video marketing. Hasil akhirnya dari pengabdian ini berupa konten pemasaran digital Instagram dan Youtube yang diharapkan dapat menjangkau lebih banyak konsumen, meningkatkan penjualan, dan menyadarkan masyarakat akan pentingnya pengelolaan limbah secara kreatif.
SOSIALISASI PENINGKATAN KINERJA KARYAWAN MELALUI TRANSFORMATIONAL LEADERSHIP PADA DEALER WULING ARISTA JAYAKARTA Delyuzar, Raissa Arham
DHARMAKARYA: Jurnal Aplikasi Ipteks untuk Masyarakat Vol 13, No 3 (2024): September : 2024
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v13i3.54761

Abstract

Tenaga kerja adalah elemen kunci dalam sebuah organisasi. Mutu sumber daya manusia yang dimiliki oleh sebuah perusahaan akan mempengaruhi keberlangsungan dan perkembangan perusahaan di masa depan. Berdasarkan hasil kuesioner pra-penelitian yang telah dilakukan pada PT Arista Jaya Lestari, tingginya perputaran karyawan pada Dealer Wuling Arista Jayakarta diduga disebabkan beban kerja atau tekanan yang dirasakan oleh karyawan tinggi. Perusahaan yang menerapkan strategi transformational leadership dengan menjalin komunikasi terbuka dengan para karyawannnya dapat mengurangi tingkat stres yang dialami karyawan dan meningkatkan kinerja karyawan. Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat menjadi sarana peningkatan kinerja karyawan pada Dealer Wuling Arista Jayakarta. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yakni penyuluhan dan sosialisasi langsung berupa pemaparan materi transformational leadership dan hubungannya dengan stress kerja dan kinerja karyawan. Sasaran dan target pada kegiatan ini adalah seluruh karyawan Dealer Wuling Arista Jayakarta. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah peningkatan tingkat pemahaman peserta terkait dengan transformational leadership sehingga dapat mengurangi stress kerja dan dapat meningkatkan kinerja karyawan.The workforce is a key element in an organization. The quality of human resources owned by a company will affect the sustainability and development of the company in the future. Based on the results of the pre-research questionnaire that has been conducted at PT Arista Jaya Lestari Wuling Jayakarta Dealer, employee turnover is calculated at 36.7%. This can be categorized as high because usually, a company has a turnover of less than 10%. The high employee turnover at the Wuling Arista Jayakarta Dealer is thought to be caused by the high workload or pressure employees feel. Companies that implement a transformational leadership strategy by establishing open communication with their employees can reduce the level of stress experienced by employees and improve employee performance. This activity, is expected to be a means of improving employee performance at the Wuling Arista Jayakarta Dealer. The method used in this activity is direct counseling and socialization, which explains transformational leadership material and its relationship to work stress and employee performance. The targets and targets in this activity are all employees of the Wuling Arista Jayakarta Dealer. The results obtained from this activity are an increase in the participant's level of understanding regarding transformational leadership, which can reduce work stress and improve employee performance.
Evaluasi Risiko Kedisiplinan Karyawan pada PT XYZ Paramita, Astriyani Sandya; Laraswati; Delyuzar, Raissa Arham
Jurnal Disrupsi Bisnis Vol. 9 No. 2 (2026): Jurnal Disrupsi Bisnis
Publisher : Prodi Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/drb.v9i2.58807

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi risiko kedisiplinan karyawan pada PT XYZ menggunakan metode FMEA. Latar belakang penelitian ini didasari oleh tingginya tingkat keterlambatan karyawan di PT XYZ yang mengakibatkan hilangnya jam kerja produktif pada kategori keterlambatan yang menunjukkan adanya risiko kedisiplinan karyawan, sehingga berdampak langsung pada pencapaian target produksi perusahaan. Kebaruan penelitian ini terletak pada fokus analisis terhadap risiko kedisiplinan karyawan yang berkaitan dengan keterlambatan kehadiran kerja menggunakan pendekatan manajemen risiko, yang belum banyak dikaji secara spesifik pada industri otomotif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling, yaitu melibatkan enam orang karyawan pada Departemen Human Capital General Affair sebagai responden yang memiliki pemahaman langsung terhadap pengelolaan kehadiran dan kedisiplinan karyawan. Metode FMEA digunakan untuk mengidentifikasi potensi mode kegagalan dalam sistem kedisiplinan karyawan, khususnya pada proses pencatatan kehadiran. Setiap risiko dinilai berdasarkan tiga parameter utama, yaitu tingkat keparahan dampak (severity), tingkat kemungkinan terjadinya (occurrence), dan tingkat kemampuan deteksi (detection). Hasil penelitian menunjukkan bahwa fasilitas absensi yang tidak efektif merupakan risiko paling dominan, dengan nilai severity sebesar 10, occurrence sebesar 9, dan detection sebesar 8. Kombinasi ketiga parameter tersebut menghasilkan nilai Risk Priority Number (RPN) sebesar 720, yang termasuk dalam kategori risiko ekstrem.