Krisis lingkungan saat ini tidak hanya disebabkan oleh keterbatasan teknologi atau lemahnya regulasi, tetapi juga karena cara pandang manusia yang menempatkan dirinya sebagai pusat dan melihat alam semata-mata sebagai sumber pemenuhan kebutuhan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk memahami bagaimana ajaran Arya Astangika Marga, atau Jalan Mulia Berunsur Delapan, dapat membentuk kesadaran ekologis yang lebih etis dan holistik. Delapan unsur ajaran pandangan, niat, ucapan, perbuatan, mata pencaharian, upaya, perhatian, dan konsentrasi benar mendorong manusia untuk menyadari keterkaitan semua makhluk dan bertindak dengan penuh tanggung jawab terhadap lingkungan. Penerapan ajaran ini di Vihara Vajra Viriya Dharma Tikala melalui kegiatan penghijauan, pengelolaan sampah, dan edukasi ekologis menunjukkan bahwa kesadaran lingkungan dapat menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, bersifat praktis, emosional, dan spiritual. Temuan ini menegaskan bahwa Arya Astangika Marga dapat menjadi landasan untuk menggantikan pandangan dominasi manusia dengan pendekatan yang lebih seimbang dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026