Pendidikan anak usia dini merupakan fondasi utama dalam pembentukan karakter, iman dan intelektualitas seorang anak. Dalam konteks kekristenan, upaya mendidik Si Kecil tidak hanya menyangkut aspek kognitif dan afektif, melainkan juga dimensi spiritualitas yang berakar pada panggilan Imago Dei. Penelitian ini mengkaji pendidikan anak usia dini dalam gugus filsafat pendidikan klasik Perennialisme, Esensialisme, dan Rekonstruksionisme serta menimbang relevansinya dalam perspektif Teologi Pendidikan Kristen. Metode yang digunakan adalah studi literatur kritis-filosofis dengan pendekatan interdisipliner antara filsafat pendidikan dan teologi Kristen. Hasil kajian menunjukkan bahwa Perennialisme menekankan nilai-nilai universal yang sejalan dengan pengajaran iman Kristen, Esensialisme menegaskan pentingnya pewarisan kebenaran dan disiplin iman, sedangkan Rekonstruksionisme membuka ruang bagi transformasi sosial yang berlandaskan pada Injil. Kontribusi penelitian ini terletak pada tawaran paradigma integratif bagi Pendidikan Kristen anak usia dini, yakni suatu model yang menggabungkan kekuatan filsafat klasik dengan misi pendidikan iman, sehingga mendidik Si Kecil tidak sekadar membentuk pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan spiritualitas, karakter, dan keterlibatan sosial dalam terang Kristus. Kata Kunci: anak usia dini; perennialisme; esensialisme; rekonstruksionisme; teologi pendidikan
Copyrights © 2026