cover
Contact Name
Yunardi Kristian Zega
Contact Email
yunardichristian@gmail.com
Phone
+6281213076611
Journal Mail Official
yunardikzega@sttrealbatam.ac.id
Editorial Address
Jl. Ahmad Yani, Komplek House of Glory Belakang Ruko Eden Park, Taman Baloi, Batam Kota, Batam City, 29432 Kec. Batam Kota, Kotamadaya Batam, Kepulauan Riau. (Kampus STT Real Batam)
Location
Kota batam,
Kepulauan riau
INDONESIA
Real Kiddos: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
ISSN : -     EISSN : 29632935     DOI : -
Real Kiddos: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini dikelola oleh Program Studi Pendidikan Kristen Anak Usia Dini, Sekolah Tinggi Teologi (STT) Real Batam dengan ISSN: 2963-2935 (online). Jurnal Real Kiddos bermaksudkan untuk mempublikasikan karya-karya penelitian dosen, mahasiswa, dan alumni baik yang berada di lingkungan STT Real Batam maupun para pendidik anak usia dini yang berada di luar STT Real Batam. Jurnal ini memuat artikel-artikel penelitian yang berfokus pada pengembangan ilmu dan praktik pendidikan anak usia dini. Fokus Jurnal Real Kiddos adalah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sedangkan cakupannya adalah Desain Program PAUD, Strategi Pembelajaran PAUD, Kurikulum PAUD, Psikologi PAUD, Evaluasi PAUD, Manajemen PAUD, PAUD Berbasis Budaya Lokal dan Anak Berkebutuhan Khusus.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 36 Documents
Mengembangkan Pembelajaran PAIKEM pada Anak Usia 6-13 Tahun di Gereja Isa Al-masih Esra Zos Samosir; Desetina Harefa; Ellyzabeth Sinaga; Megariana Megariana; Dewi Lidya S
Real Kiddos: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 1, No 2: Maret 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/realkiddos.v1i2.368

Abstract

This research began with Sunday school children who were less enthusiastic about attending worship and complaints from parents and teachers of Sunday school children of Isa Al-Masih Baloi Kolam church, which led to concerns about children's spiritual growth. This research was written using qualitative methods with a descriptive approach. The purpose of this research is to develop PAIKEM learning methods for children aged 6-13 years at Isa Al-Masih church to increase children's enthusiasm in worship. The novelty of this research is to develop a method of teaching PAIKEM to children aged 6-13 years in increasing children's interest and willingness to worship. This research is useful for reaching children aged 6-13 years in the church of Isa Al-Masih in cultivating the spirituality of Sunday school children.Keywords: Sunday school children; the era of digitalization; PAIKEM AbstrakPenelitian ini bermula dari anak-anak sekolah minggu yang kurang antusias untuk hadir beribadah serta adanya keluhan orang tua dan guru dari anak sekolah minggu gereja Isa Al-masih Baloi Kolam, yang berujung kepada kekhawatiran terhadap pertumbuhan spiritualitas anak. Penelitian ini ditulis menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Tujuan penelitian ini ialah mengembangkan metode pembelajaran PAIKEM bagi anak usia 6-13 tahun di gereja Isa Al-masih untuk meningkatkan antusias anak dalam beribadah. Kebaharuan penelitian ini ialah untuk mengembangkan metode mengajar PAIKEM pada anak usia 6-13 tahun dalam meningkatkan minat dan kemauan anak untuk beribadah. Penelitian ini bermanfaat untuk menjangkau anak usia 6-13 tahun di gereja Isa Al-masih dalam menumbuhkan spiritualitas anak sekolah minggu.Kata Kunci: anak sekolah minggu; era digitalisasi; PAIKEM
Memitigasi Peranan Ayah dalam Menanamkan Ketekunan pada Anak Usia Dini di Keluarga Kristiani Kosma Manurung
Real Kiddos: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 1, No 1: September 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/realkiddos.v1i1.232

Abstract

Failure to instill perseverance in early childhood can have a fatal impact on him, both for current and future life. Perseverance is very important for early childhood because it correlates with their independence, responsibility, and future success as well as the growth of a child's Christian character. In fact, instilling perseverance in early childhood is a long process that requires fathers to be actively involved continuously to connect with the child. This study aims to mitigate the role of fathers in instilling perseverance in early childhood in Christian families. Using the description method, as well as support from the literature review is expected to be able to describe in more depth and systematic related to perseverance in the biblical picture, the urgency of perseverance in the life of children after an early age, as well as the role of fathers in instilling perseverance in early childhood in Christian families. As a result, a father will play a maximal role in determining perseverance in early childhood if he begins to introduce perseverance as early as possible by applying it through daily communication, helping to direct the child to continue to learn perseverance, motivating, and making himself the closest character that the child can model.Keywords: Christian family; persistence; child perseverance; father's role; parenting styleAbstrakKegagalan dalam menanamkan ketekunan pada anak usia dini bisa berdampak fatal baginya, baik untuk kehidupan saat ini maupun di masa depan kelak. Ketekunan merupakan sesuatu yang sangat penting bagi anak usia dini karena berkorelasi pada kemandirian, tanggung jawab, dan kesuksesannya kelak serta pertumbuhan karakter Kristiani anak. Pada kenyataannya menanamkan ketekunan pada anak usia dini adalah sebuah proses panjang yang menuntut para ayah untuk terlibat aktif secara terus menerus untuk terkoneksi dengan anak. Penelitian ini bertujuan memitigasi peranan ayah dalam menanamkan ketekunan pada anak usia dini di keluarga Kristiani. Penelitian ini menggunakan metode deskripsi, serta dukungan dari kajian literatur diharapkan bisa mengambarkan secara lebih mendalam dan sistematik terkait ketekunan dalam gambaran Alkitab, urgensi ketekunan dalam kehidupan anak usai dini, maupun peranan ayah dalam menanamkan ketekunan pada anak usia dini di keluarga Kristiani. Hasil penelitian ini, seorang ayah akan berperan maksmial menanamkan ketekunan pada anak usia dini apabila ia mulai memperkenalkan ketekunan sedini mungkin dengan menerapkannya melalui keseharian komunikasi, membantu mengarahkan anak untuk terus belajar ketekunan, memotivasi, serta menjadikan dirinya tokoh terdekat yang bisa dicontoh oleh anak.Kata Kunci: keluarga kristiani; ketekunan; ketekunan anak; peran ayah; pola asuh
Pendekatan Holistik dalam Penanganan Anak Autis Berdasarkan Mazmur 103:13 Sang Putra Immanuel Duha
Real Kiddos: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 2, No 1: September 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/realkiddos.v2i1.447

Abstract

The holistic approach to the treatment of children with autism that integrates Psalm 103:13 aims to give comprehensive attention to children's needs, acknowledge their uniqueness, and facilitate the development of their potential. The method used in this study uses qualitative methods by involving collaboration between parents, medical personnel, educators, and spiritual support from religious communities. Medical interventions, behavioral therapy, tailored education, and social skills development are part of this approach. Expected outcomes include comprehensive support, improved social and communication skills, and the provision of a sense of peace and meaning in life through spiritual support. The holistic approach aims to gain independence of children with autism, help them reach their full potential, and become active members of society. This approach provides holistic and coordinated care, paying attention to all aspects of the child's life. Thus, children with autism can grow and develop optimally.Keywords: Holistic Approach; Autistic Children; Psalm 103:13AbstrakPendekatan holistik dalam penanganan anak dengan autis yang mengintegrasikan dari Mazmur 103:13 bertujuan memberikan perhatian menyeluruh pada kebutuhan anak, mengakui keunikan mereka, dan memfasilitasi pengembangan potensi mereka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan melibatkan kolaborasi antara orang tua, tenaga medis, pendidik, dan dukungan spiritual dari komunitas agama. Intervensi medis, terapi perilaku, pendidikan yang disesuaikan, dan pengembangan keterampilan sosial menjadi bagian dari pendekatan ini. Hasil yang diharapkan meliputi dukungan komprehensif, peningkatan keterampilan sosial dan komunikasi, serta pemberian rasa kedamaian dan makna hidup melalui dukungan spiritual. Pendekatan holistik bertujuan memperoleh kemandirian anak dengan autis, membantu mereka mencapai potensi penuh, dan menjadi anggota masyarakat yang aktif. Pendekatan ini memberikan perawatan yang holistik dan terkoordinasi, memperhatikan semua aspek kehidupan anak. Dengan demikian, anak-anak dengan autis dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.Kata Kunci: Pendekatan holistik; Anak Autis; Mazmur 103:13 
Partisipasi 3 PAUD Kota Palangka Raya atas APK dan Sisdiknas-RPJMN Tahun 2020-2024 Istiniah Istiniah; Lisda Paskalin Syakema; Linda Susanti; Merlina Merlina; Seri Hartati Julianti
Real Kiddos: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 1, No 2: Maret 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/realkiddos.v1i2.313

Abstract

This research is motivated by the latest data from the Ministry of Education and Culture in the form of statistics on the Gross Participation Rate (GPR). Central Kalimantan GPR is ranked 18th out of 38 provinces in Indonesia, meaning that this figure is close to 50% of the overall ECCE progress or the success rate of ECCE is quite worrying. The purpose of this study is to see the extent of participation in realizing GPR numbers from 3 ECCE which are the author's concentration, namely TK Panenga, TK / RA (Raudatul Athfal) AL Mawaddah, TK / ECCE Permata Ibu. The three ECCE were narrowed down by tracing the voices of 4 research subjects through the interview method. The author's research subjects include Bougenville, Anyelir, Alstroemeria and Bunga. This research uses qualitative research with an interview method, namely with an in-depth interview model. The results of the study concluded that there are various achievements as a form of love for children and God and at the same time a form of empowerment in the midst of multi-party and sector limitations in realizing the 1945 Constitution in the fourth paragraph, namely educating the nation's life, National Education Law No. 20 of 2003 Article 5 Paragraph (1) and RPJMN (National Medium-Term Development Plan) for the 2020-2024 period.Keywords: rough participation numbers; active government and community participation in ECCE; ECCE learning                                         Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi atas data terbaru dari Kemendikbud dalam rupa statistik pada Angka Partisipasi Kasar (APK). APK Kalimantan Tengah berada pada APK urutan ke-18 dari 38 Provinsi di Indonesia, artinya angka tersebut mendekati 50% dari progres PAUD secara keseluruhan atau tingkat angka keberhasilan PAUD yang cukup mengkhawatirkan. Tujuan penelitian ini untuk melihat sejauh mana partisipasi mewujudkan angka APK dari 3 PAUD yang menjadi konsentrasi penulis yakni TK Panenga, TK/RA (Raudatul Athfal) AL Mawaddah, TK/PAUD Permata Ibu. Ketiga PAUD tersebut dipersempit dengan penelusuran suara-suara dari 4 subjek penelitian melalui metode wawancara. Subjek penelitian penulis antara lain Bougenville, Anyelir, Alstroemeria dan Bunga. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan metode wawancara yakni dengan model wawancara mendalam (in-depth interview). Hasil penelitian menyimpulkan adanya ragam prestasi sebagai wujud kecintaan atas anak-anak dan Tuhan dan sekaligus bentuk berdaya di tengah keterbatasan multi pihak dan sektor dalam mewujudkan UUD 1945 alinea keempat yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa, UU Sisdiknas No. 20 Tahun 2003 Pasal 5 Ayat (1) dan RPJMN (National Medium-Term Development Plan) periode 2020-2024. Kata Kunci: angka partisipasi kasar; partisipasi aktif pemerintah- masyarakat terhadap PAUD; praktik pembelajaran PAUD
Menstimulasi Kecerdasan Anak Melalui Permainan Gici-Gici Didimus Sutanto B Prasetya; Dina Anjely Sinaga; Sintia Wellmy Sopacua
Real Kiddos: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 2, No 1: September 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/realkiddos.v2i1.444

Abstract

Early childhood development depends on the ability to stimulate brain neurons (nerves) at age (0-8 years), while brain development stops at the age of 18 years. If neurons are not stimulated, they will experience shrinkage which result in a person’ intelligence level. The crucial peak in providing brain stimulation for children is in the early age range, namely 0-8 years, where at the age of 8 years their development reaches 80 percent. This research aims to find and explain the gici-gici games in stimulating early childhood intelligence. The research method uses descriptive qualitative research. Gici-gici games are traditional educational game that can be used in stimulating early childhood intelligence. As a result, playing gici-gici games can increase multiple intelligences.Keywords: gici-gici game; traditional educational games; early childhood; multiple intelligences; neurologyAbstrakPerkembangan anak usia dini tergantung pada kemampuan menstimulasi neuron (syaraf) otak pada usia (0-8 tahun), sedangkan perkembangan otak berhenti pada usia 18 tahun. Jika neuron tidak terstimulasi, akan mengalami penyusutan yang berakibat pada tingkat kecerdasan seseorang. Puncak krusial dalam memberikan stimulasi otak anak berada pada rentang usia dini, yaitu 0-8 tahun, di mana pada usia 8 tahun perkembangannya mencapai 80 persen. Penelitian ini bertujuan menemukan dan menjelaskan tentang permainan gici-gici dalam menstimulasi kecerdasan anak usia dini. Metode penelitian menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Permainan gici-gici adalah permainan edukatif tradisional yang dapat digunakan dalam menstimulasi kecerdasan anak usia dini. Hasilnya, permainan gici-gici dapat meningkatkan kecerdasan majemuk (multiple intellegences).Kata Kunci:permainan gici-gici; permainan edukatif tradisional; anak usia dini; kecerdasan majemuk; neurologi
Penggunaan Monopoli Bintang untuk Mengembangkan Sopan Santun Anak usia 5-6 Tahun Neng Sri Sinta Asih; Jojor Renta Maranatha
Real Kiddos: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 1, No 1: September 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/realkiddos.v1i1.251

Abstract

The social aspect is one of the important aspects that needs to be developed from an early age because it will have an impact on building children's character in order to be able to adapt well in the community environment. The purpose of this study is to discuss the Monopoly Bintang media which is expected to develop manners in early childhood, because this research is motivated by the emergence of problems regarding children's social attitudes in applying manners in one of the kindergartens in Purwakarta Regency. This research method uses Classroom Action Research (CAR) with the Kemmis and Mc Taggart models carried out in three cycles. The subjects of this study were 12 students of group B in TK MA. Data collection techniques using observation and interviews, data analysis techniques are carried out descriptively qualitatively and quantitatively. Based on data obtained from the results of pre-cycle observations, it shows that children are in the category of began to develop with a percentage value of 41.75 percent. The percentage in the first cycle was 55 percent (Developing as Expected), percentage in the second cycle was 71.25 percent (Developing as Expected) and percentage in the third cycle was 83 percent (Developing Very Well). From the results of this study found that, the use of Monopoly Bintang media can be recommended for educators to develop manners in children aged 5-6 years.Keywords: the social aspect; media of monopoli bintang; the mannersAbstrakAspek sosial menjadi salah satu aspek penting yang perlu dikembangkan sejak dini karena akan berdampak pada pembentukan karakter anak agar mampu beradaptasi dengan baik di lingkungan masyarakat. Tujuan penelitian ini yaitu untuk membahas mengenai media monopoli bintang yang diharapkan dapat mengembangkan sopan santun pada anak usia dini, karena penelitian ini dilatarbelakangi dengan munculnya masalah mengenai sikap sosial anak dalam menerapkan sopan santun di salah satu TK di Kabupaten Purwakarta. Metode penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan Mc Taggart yang dilakukan dalam tiga siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelompok B di TK MA sebanyak 12 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara, teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil observasi pra siklus menunjukkan bahwa anak berada dalam kategori mulai berkembang (MB) dengan nilai persentase 41,75 persen. Persentase pada siklus pertama 55 persen (Berkembang Sesuai Harapan), persentase pada siklus kedua 71,25 persen (Berkembang Sesuai Harapan) dan persentase pada siklus ketiga 83 persen (Berkembang Sangat Baik). Hasil penelitian ini menemukan bahwa, penggunaan media monopoli bintang dapat direkomendasikan bagi pendidik untuk mengembangkan sopan santun pada anak usia 5-6 tahun.Kata Kunci: aspek sosial; media monopoli bintang; sopan santun
Dimensi Pengembangan Pendidikan Karakter bagi Anak Usia Dini Esti Regina Boiliu
Real Kiddos: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 1, No 2: Maret 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/realkiddos.v1i2.358

Abstract

A person's character can determine the quality of life. Building character does not need to wait for an individual to grow up, but must start at an early age even in the womb. The purpose of the research results is to provide an overview and describe the dimensions in the development of character education for early childhood. The method used in this research is descriptive qualitative with a literature study approach, which starts from an analysis of the urgency of developing character education for early childhood, then researcher collects supporting sources, conducts a study of several previous studies to see their relevance to the topic of discussion in research to be studied. The results of this research are that there are five dimensions to the development of character education for early childhood which is considered not difficult and easy, but can be used as provision for early childhood when grow up. In addition, children are taught to understand how to live life accordance with the truth of God's Word, love the nation and country, become trustworthy, independent and mature in making decisions and to have an inclusive rather than exclusive attitude. The five dimensions in question are religious values, nationalism, integrity, independence and mutual cooperation.Keywords: early childhood; character education; development AbstrakKarakter seseorang dapat menentukan kualitas hidupnya. Membangun karakter tidak perlu menunggu seorang individu beranjak dewasa, namun harus dimulai sejak usia dini bahkan semenjak dalam kandungan. Adapun tujuan dari hasil penelitian adalah untuk memberikan gambaran serta menguraikan dimensi-dimensi dalam pengembangan pendidikan karakter bagi anak usia dini. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka, yang dimulai dari analisis tentang urgensi pengembangan pendidikan karakter bagi anak usia dini, kemudian peneliti mengumpulkan sumber-sumber pendukung, melakukan kajian terhadap beberapa penelitian terdahulu untuk melihat relevansinya dengan topik pembahasan dalam penelitian yang hendak dikaji. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat lima dimensi untuk pengembangan pendidikan karakter bagi anak usia dini yang dirasa bukanlah hal yang sulit dan juga gampang, akan tetapi dapat dijadikan sebagai bekal untuk anak usia dini ketika beranjak dewasa. Selain itu, anak diajarkan untuk memahami bagaimana menjalani hidup sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan, mencintai bangsa dan negara, menjadi pribadi yang dapat dipercaya, mandiri dan dewasa dalam mengambil keputusan serta memiliki sikap inklusif bukan ekslusif. Kelima dimensi yang dimaksud adalah nilai religius, nasionalis, integritas, kemandirian dan gotong royong.Kata Kunci: anak usia dini; pendidikan karakter; pengembangan
Peran Pendidikan Agama Kristen dalam Mengatasi Mental Block Pada Anak Usia Dini Esti Regina Boiliu; Penta Astari Prasetya
Real Kiddos: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 2, No 1: September 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/realkiddos.v2i1.445

Abstract

Christian Religious Education plays a central role inovercoming mental blocks that often arise in early childhood. Children at this stage are prone to mental barriers that can hinder their cognitive and emotional development. This research aims to review the extent to which Christian Religious Education can be effective in reducing the negative impact of mental blocks on early childhood. Through the literature review method, this research approaches the analysis of the positive impact of Christian religious teachings on mental blocks. The result of the research revealed that the  approach, which focuses on Christian values, can help children overcome fear, doubt, and self-limitation. By minimizing these barries, Christian religions Education can be an effective strategy in ensuring children can develop their full potential from an early age. Its implications streach into personal and social development, creating a solid foundation for children’s holistic growth in the face of the challenges that lie ahead.Keywords: Christian Religious Education; mental block; early childhoodAbstrakPendidikan Agama Kristen memegang peranan sentral dalam mengatasi mental block yang sering muncul pada anak usia dini. Anak-anak pada tahap ini rentan mengalami hambatan mental yang dapat menghambat perkembangan kognitif dan emosional mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengulas sejauh mana Pendidikan Agama Kristen dapat efektif dalam mengurangi dampak negatif dari mental block pada anak-anak usia dini. Melalui metode tinjauan literatur, penelitian ini mendekati analisis dampak positif ajaran agama Kristen terhadap mental block. Hasil kajian mengungkapkan bahwa pendekatan yang diterapkan, yang berfokus pada nilai-nilai Kristen, mampu membantu anak-anak mengatasi rasa takut, ragu, dan keterbatasan diri. Dengan meminimalisir hambatan-hambatan ini, Pendidikan Agama Kristen mampu menjadi strategi yang efektif dalam memastikan anak-anak dapat mengembangkan potensi penuh mereka sejak usia dini. Implikasinya merentang ke dalam perkembangan pribadi dan sosial, menciptakan dasar yang kokoh untuk pertumbuhan holistik anak-anak dalam menghadapi tantangan yang ada di masa depan.Kata Kunci: Pendidikan Agama Kristen; mental block; anak usia dini.
Peran Guru Sekolah Minggu dalam Membentuk Karakter Anak Usia Dini di Era Teknologi Yunardi Kristian Zega; Renson Siahaan; Mitra Binariang Lase; Desetina Harefa; Dewi Lidya S
Real Kiddos: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 1, No 1: September 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/realkiddos.v1i1.247

Abstract

Sunday school is one of the important services for children, especially those who are at an early age. Many parents strongly entrust their children to Sunday School teachers to be taught to experience good character and spiritual growth. The purpose of this study is to provide an overview or concept of the role of Sunday school teachers in shaping early childhood characters that are appropriate for their developmental age, both cognitively, affectively, and psychotically. This research uses a descriptive qualitative research method with a literature approach. The result of this study is that Sunday school teachers in the current technological era need to shape the character of early childhood by teaching love to God and others, strengthening early childhood faith, teaching honesty and humility, and teaching early  childhood  about a  responsibility, so that  with this  then early childhood children will experience character growth in accordance with the teachings of the Christian faith, they become children who grow up and are resilient in the face of challenges and technological developments.Keywords: early childhood; church; teacher; Sunday school; technologyAbstrakSekolah Minggu merupakan salah satu pelayanan penting bagi anak-anak, khususnya yang sedang berada pada usia dini. Banyak orang tua yang amat mempercayakan anak-anaknya kepada para guru Sekolah Minggu untuk diajar supaya mengalami pertumbuhan karakter dan spiritual yang baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran atau konsep tentang peranan guru sekolah minggu dalam membentuk karakter anak usia dini yang sesuai dengan usia perkembangannya, baik secara kognitif, afektif, dan psikomotorik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan pustaka. Adapun hasil dari penelitian ini adalah guru sekolah minggu di era teknologi saat ini perlu membentuk karakter anak-anak usia dini dengan mengajarkan kasih kepada Tuhan dan sesama, memperkokoh iman anak usia dini, mengajarkan kejujuran dan kerendahan hati, serta mengajarkan anak usia dini akan suatu tanggung jawab, sehingga dengan adanya hal tersebut maka anak-anak usia dini akan mengalami pertumbuhan karakter yang seturut dengan ajaran iman Kristen, mereka menjadi anak-anak yang bertumbuh dewasa dan tangguh dalam menghadapi tantangan dan perkembangan teknologi.Kata Kunci: anak usia dini; gereja; guru; sekolah minggu; teknologi
Peran Orang Tua Sebagai Fasilitator dalam Memberikan Pendidikan Seks bagi Anak Usia Dini Berdasarkan Amsal 4:1-4 dan Implikasinya Bagi PAK di Keluarga Samuel Siringo Ringo
Real Kiddos: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 1, No 2: Maret 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/realkiddos.v1i2.362

Abstract

The purpose of this article is to determine the urgency of the role of parents as facilitators in providing sex education for early childhood. The method used in this article are through the collection articles and previous research, literature review, data collection and facts related to sex education for early childhood through news media and others. From research that has been done through theological studies based on Proverbs 4:1-4, it is concluded that; parents have duties and responsibilities in the phases of development and fulfillment of children's needs in this case related to children's needs in gaining a correct understanding of sex education . Based on the study in Proverbs 4:1-4 it can be seen that: Parents play the role of primary educators for children. Parents also act as teachers for children in understanding and sorting out good and correct understanding of sex so that in their daily lives they are able to distinguish what is good and right. The next role of parents is as a direction giver. Based on this description it can be concluded that parents have a very vital role in determining the direction and goals of children.Keywords: sex education; the role of parents; early age AbstrakTujuan dari artikel ini adalah untuk mengetahui urgenitas peranan orang tua sebagai fasilitator dalam memberikan Pendidikan seks bagi anak usia dini. Adapun metode yang digunakan dalam artikel ini adalah melalui pengumpulan artikel dan penelitian sebelumnya, tinjauan kepustakaan, pengumpulan data dan fakta terkait Pendidikan seks bagi anak usia dini melalui media berita dan lain-lain. Dari penelitian yang telah dilakukan melalui kajian teologis berdasarkan Amsal 4:1-4 maka diperoleh kesimpulan bahwa: orang tua memiliki tugas dan tanggung jawab dalam fase-fase perkembangan dan pemenuhan kebutuhan anak dalam hal ini terkait dengan kebutuhan anak dalam mendapatkan pemahaman yang benar tentang Pendidikan seks. Berdasarkan kajian dalam Amsal 4:1-4 dapat dilihat bahwa: Orang tua berperan sebagai pendidik utama bagi anak. Orang tua juga berperan sebagai pengajar bagi anak dalam memahami dan memilah tentang pemahaman seks yang baik dan benar sehingga dalam kehidupannya sehari-hari mampu membedakan mana yang baik dan benar. Peran orang tua selanjutnya adalah sebagai pemberi arah. Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa orang tua memiliki peranan yang sangat vital dalam menentukan arah dan tujuan anak.Kata Kunci: pendidikan seks; peran orang tua; usia dini

Page 1 of 4 | Total Record : 36