Penelitian ini bertujuan untuk memahami dinamika psikologis remaja yang mengalami konflik antara minat pribadi dan harapan keluarga dalam menentukan arah pendidikan. Subjek penelitian, seorang siswa SMP berusia 15 tahun bernama Aa, menunjukkan minat kuat di bidang otomotif namun menghadapi penolakan dari orang tua yang menginginkan ia melanjutkan pendidikan ke SMA dan menjadi dokter. Konflik ini menimbulkan tekanan emosional yang berdampak pada perubahan perilaku, penurunan motivasi belajar, serta kesulitan dalam mengekspresikan diri. Penelitian ini menggunakan lima alat asesmen psikologis, yaitu Intelligence Structure Test (IST), Sixteen Personality Factors (16PF), Tes Grafis, Wartegg Test, dan Rothwell-Miller Interest Blank (RMIB), untuk memperoleh gambaran komprehensif tentang kondisi kognitif, kepribadian, dan minat klien. Hasil asesmen menunjukkan bahwa Aa memiliki kemampuan intelektual di atas rata-rata, daya imajinasi tinggi, serta minat kuat pada bidang kreatif dan teknis. Namun, ia mengalami ketegangan emosional akibat tekanan orang tua dan rendahnya kontrol diri. Intervensi dilakukan melalui pendekatan psikoedukasi dengan teknik Dialectical Behavioral Therapy (DBT) untuk meningkatkan regulasi emosi, kesadaran diri, dan kemampuan pengambilan keputusan secara mandiri. Hasil intervensi menunjukkan peningkatan pemahaman diri pada klien serta hubungan yang lebih harmonis antara anak dan orang tua.
Copyrights © 2026