Kecanduan gadget di Kelurahan KTG, Kota Malang, merupakan isu krusial yang ditandai dengan munculnya gejala withdrawal berupa kemarahan dan kegelisahan saat akses internet terputus, serta penurunan kualitas interaksi sosial pada anak. Penelitian ini bermaksud untuk menguji efektivitas psikoedukasi berbasis komunitas dalam menurunkan intensitas penggunaan gadget dan internet pada anak. Desain penelitian yang digunakan adalah pra-eksperimen (one-group pretest-posttest design) untuk melihat dampak intervensi pada kelompok sasaran. Partisipan dalam penelitian ini melibatkan 65 anak berusia 10–12 tahun yang teridentifikasi memiliki kecenderungan penggunaan gadget berlebihan. Instrumen pengukuran yang digunakan mencakup observasi, wawancara, serta kuesioner terstandar Internet Addiction Test (IAT) dan Smartphone Addiction Scale–Short Version (SAS-SV). Teknik analisis data dilakukan melalui analisis statistik deskriptif dan komparatif untuk mengevaluasi perubahan tingkat kecanduan sebelum dan sesudah pemberian perlakuan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwasanya psikoedukasi yang mengintegrasikan pelatihan kontrol diri (self-control) bagi anak dan penyuluhan pola asuh bagi orang tua efektif dalam meningkatkan kemampuan regulasi emosi serta pengendalian diri subjek. Meskipun perubahan perilaku permanen membutuhkan waktu yang lebih panjang, intervensi ini secara signifikan meningkatkan kesadaran partisipan dalam membatasi waktu penggunaan layar. Berdasarkan hasil tersebut, disarankan bagi pihak Kelurahan bersama lembaga masyarakat seperti PUSPAGA dan PKK untuk menyelenggarakan program pendampingan berkelanjutan guna memperkuat konsistensi pola asuh di tingkat mikrosistem keluarga.
Copyrights © 2026