Pembelajaran bagi anak berkebutuhan khusus seharusnya dirancang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan peserta didik. Namun, dalam praktiknya masih banyak anak berkebutuhan khusus yang belum memperoleh pendidikan yang optimal, terutama di sekolah umum. Hal ini menyebabkan mereka mengalami tekanan dan ketidaksesuaian lingkungan yang berdampak pada rendahnya penerimaan diri. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran bagi anak tunalaras di kelas III Sekolah Dasar Negeri. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui triangulasi, yaitu kombinasi antara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data bersifat induktif atau kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran bagi anak tunalaras di sekolah dasar negeri masih menghadapi berbagai kendala, baik dari aspek perencanaan, pelaksanaan, maupun strategi pembelajaran. Kendala-kendala ini menunjukkan pentingnya penyesuaian pembelajaran yang lebih tepat agar kebutuhan anak tunalaras dapat terpenuhi secara optimal.
Copyrights © 2026