Pembelajaran seni rupa berbasis alam menawarkan pendekatan inovatif untuk mengembangkan kreativitas siswa dalam konteks pendidikan dasar, didukung oleh teori Zona Perkembangan Proksimal Vygotsky. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengalaman siswa kelas V SD Tunas Harapan terhadap pembelajaran seni rupa berbasis alam melalui empat tahap zona perkembangan proksimal. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif, yang melibatkan observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan siswa mengalami antusiasme tinggi dan perkembangan kreativitas sesuai tahap ZPD. Siswa A dan B di tahap More Dependence bergantung pada bimbingan guru, sementara Siswa C dan D di tahap Less Dependence menunjukkan kemandirian awal. Siswa E di tahap Internalization bekerja mandiri dengan hasil rapi, dan Siswa F di tahap De-automatization bereksperimen dengan gradasi warna, meskipun desainnya konvensional. Interaksi sosial, melalui scaffolding guru dan kolaborasi teman, mendukung transisi ini. Tantangan utama adalah kebingungan awal dalam penggunaan bahan alam, diatasi dengan dorongan guru. Kesimpulannya, pembelajaran seni rupa berbasis alam efektif meningkatkan kreativitas dalam kerangka ZPD, dengan rekomendasi peningkatan pendampingan awal untuk mempercepat kemandirian siswa.
Copyrights © 2026