Perkembangan literasi dini merupakan fondasi penting bagi kesiapan belajar anak usia dini karena berkaitan dengan perkembangan bahasa, kognitif, dan kemampuan komunikasi. Namun, pembelajaran literasi di satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) masih banyak menggunakan media konvensional yang bersifat statis sehingga kurang mampu meningkatkan keterlibatan belajar anak. Seiring dengan perkembangan teknologi digital, Augmented Reality (AR) berpotensi menjadi media pembelajaran inovatif yang mampu menghadirkan pengalaman belajar yang interaktif, visual, dan kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Augmented Reality dalam menumbuhkan literasi pada anak usia dini di RA Aisyah Ngablak Rejo. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Augmented Reality dalam pembelajaran literasi dilakukan melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Penggunaan AR mampu meningkatkan perhatian, minat, serta keterlibatan aktif anak dalam kegiatan literasi. Anak menunjukkan respon positif melalui peningkatan kosakata, keberanian berkomunikasi, dan kemampuan memahami cerita secara lebih kontekstual. Meskipun demikian, implementasi AR masih menghadapi beberapa kendala, seperti keterbatasan perangkat teknologi dan kompetensi literasi digital guru. Oleh karena itu, pemanfaatan Augmented Reality berpotensi menjadi media pembelajaran inovatif dalam menumbuhkan literasi dini apabila didukung oleh kesiapan guru serta fasilitas teknologi yang memadai.
Copyrights © 2026