Mantra, sebagai salah satu bentuk sastra lisan, merupakan warisan budaya Indonesia yang menyimpan signifikansi historis, sosial, dan spiritual. Tradisi Mantra Kariau Senja di Desa Sungai Durait Tengah menghadapi tantangan pelestarian dan kurangnya kajian mendalam. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis makna denotasi, konotasi, serta mitos yang terefleksi dalam mantra tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan semiotik Roland Barthes dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Data berupa 5 mantra, yaitu saudara empat, kariau malam, kariau senja, kaki tunggal, dan kambang barangkai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mantra ini adalah sistem tanda yang kompleks. Makna denotasi, sebagai makna literal dan harfiah menjadi dasar pemahaman. Lapisan konotasi, yang muncul dari asosiasi budaya, memperkaya makna tersebut hingga membentuk mitos. Mitos ini berfungsi sebagai pesan ideologis yang merefleksikan nilai budaya dan kepercayaan masyarakat Banjar setempat. Mantra Kariau Senja tidak hanya berfungsi sebagai alat ritual, tetapi juga sebagai media yang merefleksikan pandangan dunia dan nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat penggunanya.
Copyrights © 2026