Penelitian ini mengkaji faktor-faktor yang secara signifikan memengaruhi nilai pasar properti residensial, khususnya vila dan rumah tinggal, di Kabupaten Badung, Bali. Dua karakteristik kawasan ini yang membedakannya dari pasar properti di kota lain: pertama, dominasi permintaan berbasis pariwisata; kedua, tekanan harga yang bergerak cepat akibat platform sewa jangka pendek seperti Airbnb. Menggunakan data penawaran dan transaksi 120 properti yang dikumpulkan dari portal Lamudi.co.id dan Rumah123.com pada periode Januari 2022 hingga Desember 2024, penelitian ini membangun model regresi berganda (OLS) dengan variabel independen berupa luas tanah, luas bangunan, jumlah kamar tidur, jarak ke pantai terdekat, jarak ke jalan utama, dan status kepemilikan (hak milik vs. hak guna bangunan). Hasil estimasi menunjukkan bahwa luas tanah, jarak ke pantai, dan status kepemilikan merupakan prediktor nilai yang paling kuat dengan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,743. Temuan yang cukup mengejutkan adalah bahwa penambahan jumlah kamar tidur justru tidak signifikan secara statistik pada model ini, sebuah anomali yang tidak langsung sejalan dengan asumsi umum penilai. Penelitian ini memberikan bukti empiris untuk mendukung pendekatan pasar (market approach) dalam penilaian properti individual di kawasan wisata dan membuka diskusi tentang perlunya penyesuaian variabel penilaian di pasar yang terpengaruh oleh ekosistem pariwisata berbasis digital.
Copyrights © 2026