Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas psikoedukasi modeling simbolik dalam meningkatkan keterampilan sosial siswa slow learners. Latar belakang penelitian ini didasari oleh rendahnya keterampilan sosial siswa slow learners ditunjukkan dengan kecenderungan menyendiri, pasif dalam kegiatan kelompok, kesulitan menyampaikan pendapat dan hambatan dalam mengendalikan emosi saat menghadapi konflik. Keterampilan sosial merupakan aspek penting yang harus dimiliki siswa untuk dapat berinteraksi, beradaptasi, dan membangun hubungan sosial yang sehat di lingkungan sekolah. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain one-grup pretest-posttest. Subjek penelitian ini adalah 11 siswa slow learners kelas VIII yang memiliki tingkat keterampilan sosial rendah berdasarkan hasil pengukuran skala keterampilan sosial. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini observasi, wawancara dan angket dengan skala keterampilan sosial. Indikator keterampilan sosial adalah: 1) kemampuan komunikasi, 2) kerjasama, 3) empati, 4) pengendalian diri, 5) sikap positif, 6) resolusi konflik, 7) kemandirian serta 8) adaptasi sosial. Angket dengan skala liket yang berisi pernyataan yang diberikan oleh peneliti untuk diisi oleh responden. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data uji Wilcoxon. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa skor pre-test berada pada kategori rendah dan skor post-test berada pada kategori tinggi. Dari hasil perbandingan terdapat perubahan yang sangat signifikan dengan membandingkan hasil skor pre-test dan post-test yaitu terjadi peningkatan. Hasil uji hipotesis menggunakan Wilcoxon menunjukkan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,003 (p < 0,05) yang berarti hipotesis diterima. Maka dapat disimpulkan bahwa layanan psikoedukasi modeling simbolik efektif dalam meningkatkan keterampilan sosial siswa slow learners.
Copyrights © 2026