Fenomena doomscrolling, yaitu kebiasaan menggulir konten atau berita (sering kali bernuansa negatif) secara berulang dan berkepanjangan di media sosial, berpotensi mengganggu regulasi diri belajar sehingga memicu prokrastinasi akademik mahasiswa. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan prokrastinasi akademik mahasiswa, dampak doomscrolling, dan konteks era digital yang memperkuat keterkaitan keduanya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif. Kasus ditetapkan secara purposif berdasarkan kemunculan perilaku doomscrolling yang konsisten dan indikasi prokrastinasi akademik dalam periode pengamatan. Sumber data bersifat non-interaktif, meliputi jejak digital penggunaan media social laporan waktu layar/screen time dan riwayat penggunaan aplikasi, dokumen akademik jadwal/tenggat serta waktu pengumpulan tugas, dan catatan observasi non-partisipan. Data dianalisis dengan langkah analisis interaktif Miles dan Huberman (reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan). Hasil menunjukkan doomscrolling cenderung terjadi pada waktu senggang dan sebelum tidur, memunculkan emosi negatif, menurunkan fokus, serta menggeser waktu belajar efektif. Kondisi tersebut berkontribusi pada prokrastinasi akademik berupa penundaan memulai/menyelesaikan tugas dan pola kerja mendekati tenggat. Temuan ini menegaskan pentingnya pengelolaan distraksi digital dan penguatan regulasi diri untuk meminimalkan doomscrolling dan prokrastinasi akademik.
Copyrights © 2026