Peningkatan kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) merupakan isu strategis dalam reformasi birokrasi, khususnya pada instansi teknis dengan beban kerja tinggi seperti Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pelatihan, kepemimpinan, dan lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis explanatory research. Populasi penelitian adalah seluruh Pegawai Negeri Sipil di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Barat sebanyak 311 orang, dengan sampel 190 responden yang ditentukan melalui teknik simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan dan kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, sedangkan lingkungan kerja berpengaruh positif namun tidak signifikan secara statistik. Secara simultan, ketiga variabel berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai dengan nilai koefisien determinasi sebesar 71,5%. Kepemimpinan merupakan variabel yang paling dominan memengaruhi kinerja pegawai. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan kualitas pelatihan dan kepemimpinan dalam meningkatkan kinerja ASN, sementara lingkungan kerja berperan sebagai faktor pendukung. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis bagi pengembangan manajemen sumber daya aparatur serta implikasi praktis bagi perumusan kebijakan peningkatan kinerja ASN yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026