Pendahuluan: Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak. Selain faktor gizi dan sosial ekonomi, mekanisme koping keluarga diduga berperan dalam pencegahan stunting Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara mekanisme koping keluarga dan kejadian stunting pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Rowokele, Kabupaten Kebumen Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain observasional analitik cross-sectional. Variabel independen adalah mekanisme koping keluarga dan variabel dependen adalah kejadian stunting pada balita. Populasi penelitian berjumlah 256 keluarga dengan sampel 71 responden yang dipilih menggunakan stratified random sampling. Data dikumpulkan pada Desember 2024 menggunakan kuesioner Family Crisis Oriented Personal Evaluation Scales (F-COPES). Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi p < 0,05.. Hasil: Sebagian besar keluarga memiliki mekanisme koping adaptif dengan dimensi tertinggi pada dukungan sosial. Terdapat hubungan signifikan antara mekanisme koping keluarga dan kejadian stunting (χ² = 9,902; p < 0,003). Koping maladaptif meningkatkan risiko stunting (OR = 0,167; 95% CI = 0,048–0,584). Kesimpulan: Mekanisme koping keluarga berhubungan dengan kejadian stunting pada balita.
Copyrights © 2026