Pengabdian kepada Masyarakat ini berfokus pada proses penerjemahan Alkitab ke dalam bahasa Suku Laut melalui pendekatan Church-centric Bible Translation, yaitu model penerjemahan yang menempatkan gereja lokal dan komunitas sebagai subjek utama. Komunitas Suku Laut merupakan kelompok masyarakat pesisir yang menghadapi tantangan serius berupa keterancaman bahasa ibu, rendahnya literasi, serta marginalisasi identitas budaya dan keagamaan. Kegiatan ini dilaksanakan melalui kolaborasi antara lembaga teologi, yayasan penerjemahan Alkitab, gereja lokal, dan keluarga-keluarga Suku Laut yang masih memiliki kompetensi bahasa asli. Metode pengabdian menggunakan pendekatan partisipatoris dan kontekstual, dengan melibatkan penutur lintas generasi serta pendampingan spiritual dan komunitas secara berkelanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerjemahan Alkitab tidak hanya berfungsi sebagai sarana pewartaan iman Kristen, tetapi juga sebagai media pelestarian bahasa, penguatan identitas komunitas, dan pemberdayaan gereja lokal dalam misi kontekstual. Selain itu, proses ini membuka ruang dialog lintas iman dalam lingkup keluarga dan komunitas. Kegiatan ini menegaskan bahwa Church-centric Bible Translation dapat menjadi model Pengabdian kepada Masyarakat yang holistik, transformatif, dan relevan bagi komunitas adat dan minoritas bahasa.
Copyrights © 2026